TNI dan Polri Diminta Menkes Untuk Mengawal Tenaga Kesehatan di Papua

0
591
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.
Copyright ©Republika

Keamanan Untuk Tenaga Kesehatan Di Papua Sangat Perlu Dilakukan

Indowarta.com – Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta kepada pihak Polri-TNI untuk melakukan pengawalan kepada tenaga kesehatan di Papua. Hal ini menyusul adanya satu orang perawat yang meninggal dunia setelah diduga karena tindakan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat berada di Pegunungan Bintang Papua.

BACA JUGA : Polisi Barhasil Amankan Pelaku Teror Bom Molotov Di Pekanbaru

“Baru secara informal ini saya laporkan kepada Panglima dan kepada Kapolri, kepada Pak Hadi dan Pak Tito, saya minta tenaga kesehatan kami ini juga harusnya betul-betul dikawal keamanannya, jadi saya minta bantuan,” ungkap Nila saat di Jakarta, Senin (2/4/18).

WAJIB BACA :  Terjadi Baku Tembak Antara OPM dan Polri di Mimika Papua!

Pihaknya meminta keselamatan tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas, khusunya tenaga kesehatan di Papua, dan beberapa daerah yang dianggap berbahaya. Walau begitu, Nila mengaku kalau akan tetap mengirimkan tenaga kesehatan ke Papua demi memenuhi layanan kesehatan di kawasan tersebut.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek
Copyright ©klikkabar

“Tentu tugas kami sebagai pelayan kesehatan, kita tetap mengirim ke Papua, bukan berarti kemudian menyetopnya. Kami minta di daerah-daerah tertentu yang berbahaya, kami minta dikawal,” tegas dia.

BACA JUGA : Di Kampung Yabosorom, Satu Orang Pertugas Kesehatan Dibunuh KKB

Nila menilai bahwa menjadi seorang tenaga kesehatan merupakan sebuah pekerjaan yang mulia. Hal tersebut karena telah menolong orang lain dan semua pihak patut untuk menghargai itu. Serta adanya keamanan para tenaga kesehatan juga perlu dilakukan.

WAJIB BACA :  OPM Bantah Sandera 1300 Warga Mimika Papua!

Disamping itu, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli mengatakan, adanya kejadian penganiayaan sampai menyebabkan tenaga kesehatan di Papua tewas, lantaran diduga telah dilakukan oleh sekolompok KKB di kawasan tersebut.

Berdasarkan laporan yang didapat, terungkap ada 24 kelompok masyarakat yang diperkirakan berjumlah 24 orang mendatangi tenaga kesehatan di Papua tersebut, yang pada saat itu sedang berada di tepi sungai dekat kamp dan landasan pesawat.

“Para pelaku mengatakan bahwa mereka adalah anggota OPM (Organisasi Papua Merdeka) serta mengobrak-abrik kamp tempat mereka (petugas kesehatan) bermalam sebelum menuju sungai,” ujar Boy Rafli.

Seorang tenaga kesehatan dari lembaga pelayanan Advent di Kampung Yabasorom, Distrik Pamek, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, Berny Fellery Kunu (24) diduga tewas karena diserang oleh KKB.

BACA JUGA : Adanya Makarel Bercacing, Pemerintah Diminta Lakukan Pembentukan Tim Khusus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here