Mengenai Sederetan Mobil Mewah, Bupati Hulu Sungai Tengah: Aku Pengusaha, Beli Mobil Tak Susah

0
557
Bupati Hulu Sungai Tengah.
Copyright©Liputan6

KPK Menyita 16 Unit Mobil Mewah dan Motor Milik Bupati Hulu Tengah

Indowarta.com – Sejumlah kendaraan mewah yang dimiliki oleh Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Abdul Latif sekarang ini telah disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam pengakuannya, dia mengatakan bahwa kendaraan mewah yang dimilikinya bukan merupakan hasil tidak pidana korupsi, dia berdalih kalau itu adalah hasil kerja kerasnya sebagai seorang pengusaha.

BACA JUGA : Jaksa Tuntut Wali Kota Tegal Nonaktif Siti Marsitha 7 Tahun Penjara

“Aku pengusaha, kontraktor, bukan pengusaha tambang,” ujar Abdul setelah menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan, Selasa (3/4/18).

Sebagai seorang pengusaha, Bupati Hulu Sungai Tengah itu mengatakan kalau dirinya tidak menemui kesulitan untuk membeli kendaraan mewah tersebut, yang diketahui memiliki harga ratusan juta bahkan miliaran rupiah.

Bupati Hulu Sungai Tengah
Copyright©Merdeka

Hari ini, Selasa (3/4/18), penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan kepada Abdul dengan kapasitasnya sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian yang (TPPU). Dia membantah pada saat disinggung mengenai sumber uang untuk pembelian 23 unit mobil dan 8 unit motor yang telah disita oleh KPK bersal dari adanya aliran dana izin usaha pertambangan tersebut.

BACA JUGA : Keponakan dan 2 Anak Setya Novanto Diperiksa KPK

“Kalau untuk beli mobil segitu tak terlalu susah lah. Kalau aku menjabat dari 2016, kalau pembelian sebelum 2016 ya logikanya sepeti apa?,” tutur Bupati Hulu Sungai Tengah itu.

Abdul telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap pengadaan pekerjaan pembangunan rumah Rumah Sakit Daerah (RSUD) Damanhuri Barabai, Kalimantan Selatan, dalam tahun anggaran 2017. Meski begitu, dirinya menyerahkan kepada KPK mengenai penyitaan kendaraan mewahnya itu.

Pihaknya mempersilahkan kepada menyidik untuk membuktikan bahwa aset tersebut adalah hasil dari korupsi. “Biarlah KPK dulu melakukan penyelidikan. Kalau memang itu hak aku pastilah akan dikembalikan,” tutur dia.

Sekarang ini, KPK sudah menyita 16 unit mobil mewah dan motor gede (moge) yang dimiliki oleh Bupati Hulu Sungai Tengah tersebut di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Jakarta Barat. Pengangkutan kendaraan tersebut dibawa dengan menggunakan Kapal Serasi 3 dengan biaya Rp 24 juta dari Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Utara ke Jakarta.

BACA JUGA : TNI dan Polri Diminta Menkes Untuk Mengawal Tenaga Kesehatan di Papua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here