Pernyataan Prabowo Soal Elit Bodoh dan Maling, Fahri Hamzah Minta Untuk Penjelasan Lanjutan

0
4152
Cerita Fahri Hamzah Soal Kembalikan Uang Sampai Nasihati Setya Novanto
Copyright©Sindo

Fahri Hamzah Menilai Bahwa Prabowo Tidak Mencari Popularitas Dalam Pernyataanya Tersebut

Indowarta.com – Wakil Ketua Umum DPR Fahri Hamzah juga memberikan tanggapan mengenai pernyataan dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang diketahui menyebutkan bahwa sistem perekonomian tak mensejahterakan rakyat semenjak tahun 2004 dan elit penipu rakyat di Jakarta.

BACA JUGA : Fadli Zon Menanggapi Pernyataan Ketum MUI Mengenai Pidato Prabowo

Mengenai hal tersebut, Fahri Hamzah mengatakan bahwa Prabowo harus mempertanggungjawabkan apa yang telah diucapkannya dengan penjelasan lanjutan. Hal itu disampaikannya pada saat berada di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/4/18).

“Justru kan bagi Pak Prabowo kalimat itu kan positif negatif artinya dia menyatakan itu kan. Dia harus mempertanggungjawabkan juga kalimat itu, sebagian dari cara dia mengobservasi politik ke depan, khususnya politik elite kan,” ungkap dia.

WAJIB BACA :  Cerita Fahri Hamzah Soal Kembalikan Uang Sampai Nasihati Setya Novanto!

Menurut Fahri Hamzah, sampai sekarang ini masih banyak petinggi yang telah melemparkan isu akan tetapi tidak dibarengi dengan adanya penjelasan. Sehingga dia mengharapkan bahwa Prabowo dapat memberikan penjelasan lanjutan terkait penyataanya.

Fahri Hamzah
Copyright ©Antara

“Kalimat-kalimat Pak Prabowo itu harus ada penjelasan lanjutan, dan saya berharap Pak Prabowo tidak seperti yang dikenal selama ini, banyak pemimpin yang melempar isu tapi tidak diteruskan harus diteruskan,” pungkasnya.

BACA JUGA : Mengenai Sederetan Mobil Mewah, Bupati Hulu Sungai Tengah: Aku Pengusaha, Beli Mobil Tak Susah

Dalam hal ini, Fahri Hamzah percaya kalau mantan Danjen Kopasus itu tidak sedang mencari popularitas dengan memberikan kritikan kepada pemerintahan. Hal itu karena, menurutnya Prabowo sudah cukup terkenal.

WAJIB BACA :  PKB Akan Dukung Prabowo Jika Cak Imin Tidak Bisa Jadi Capres Jokowi?

“Nama Pak Prabowo itu sudah terlalu populer dia enggak perlu lagi itu, kita melihat substansinya aja, karena disamping Pak Jokowi itu Pak Prabowo itu pernah mengantongi suara sah 47 persen dalam pemilu, itu yang memilih, kalau yang mengetahui saya kira 100 persen mengenal Prabowo,” kata dia.

Kedepannya, dia mengharapkan bahwa pernyataan dari Prabowo dapat menjadi sebuah bahan untuk perdebatan dalam Pilpres 2019. Dan dapat menjadi salah satu masukan untuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

“Menarik untuk diperdebatkan, menurut saya dan harusnya ada yang meneruskannya termasuk kalau bisa Pak Prabowo dan Jokowi sebagai mainstream dari politik pilpres kita ya harus mulai berdebat itu,” ungkapnya.

BACA JUGA : Mengenai Puisi Kontroversial , Sukmawati Dilaporkan Ke Polda Metro Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here