Terkait Puisi Kontroversial, PDIP: Sukmawati Soekarnoputri Harus Segera Beri Klarifikasi Agar Tak Salah Tafsir

0
4011
Sukmawati
Copyrigth©dakwahmedia

PDIP Meminta Kepada Sukmawati Soekarnoputri Untuk Menyampaikan Klarifikasinya

Indowarta.com – Terkait dengan puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ yang dibacakan dalam Indonesian Fashion Week, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto meminta kepada Sukmawati Soekarnoputri untuk memberikan klarifikasinya. Hal ini dimintanya untuk menghindari adanya salah penafsiran.

BACA JUGA : Penglihatan Mata Mulai Membaik, Novel Baswedan Tunggu Kepastian Dokter Untuk Pulang Ke Indonesia

“Secara pribadi tentu saja, yaitu Sukmawati harus memberikan klarifikasi. Jangan sampai pernyataan-pernyataan kemudian menimbulkan salah tafsir,” ujar Hasto diJakarta, Selasa (3/4/18).

Terkait dengan hal ini, Hasto mengaku supaya klarifikasi itu dapat segera dilakukan oleh Sukmawati Soekarnoputri. “Inilah yang kami harapkan (memberikan klarifikasi),” kata Hasto.

WAJIB BACA :  PDIP Larang Kader “Ngartis” jika Lolos Jadi Anggota Dewan !

Dia menilai bahwa dalam permasalah ini, perlu adanya proses tabayun untuk menyelesaikannya. “Tabayun saja. Kita, kan, bangsa yang berdialog,” tutur Hasto.

Sedangkan adik Sukmawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, telah angkat bicara mengenai puisi yang telah dibacakan oleh kakanya tersebut. Dia menilai bahwa puisi tersebut tidak memiliki tujuan untuk isu SARA.

“Ya saya melihat terjadi reaksi-reaksi gitu. Itu kan akhirnya sangat relatif tergantung dari persepsi kita. Ya persepsi orang bermacam-macam,” ungkap Guruh di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/4/18).

Copyright ©Harian Nasional

“Kalau saya bisa mengerti isinya, maksudnya apa, saya bisa mengerti. Artinya bukan untuk SARA dan sebagainya. Bukan sesuatu yang bagaimana,” tambah dia.

BACA JUGA : Mengenai Puisi Kontroversial , Sukmawati Dilaporkan Ke Polda Metro Jaya

Sebelumnya, dalam puisi berjudul “Ibu Indonesia” yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 telah mengundang kontroversi. Bahkan akibat puisi tersebut, dia sampai dilaporkan oleh dua orang.

WAJIB BACA :  PDIP Larang Kader “Ngartis” jika Lolos Jadi Anggota Dewan !

Mereka adalah politikus Partai Hanura, Amron Asyhari dan seorang pengacara bernama Denny Adrian. Denny mangatakan kalau dalam laporannya tersebut mewakili seluruh umat Islam yang menilai kalau puisi tersebut telah menghina dan melecehkan umat Islam.

“Kalimat pembuka itu syariat Islam disandingkan dengan sari konde, itu enggak pantas. Kalau saya harus jujur dia lebih parah dari Ahok,” kata Denny di Markas Polda Metro Jaya, Selasa (3/4/18).

Terkait Hal ini, Sukmawati Soekarnoputrio  dilaporkan ke Bareskrim Polri dengan surat laporan TBL/1782/IV/2018/PMJ.Dit.Reskrimum dan TBL/1785/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum atas dugaan Penistaan Agama Islam sebagaimana diatur dalam Pasal 156 A KUHP dan atau Pasal 16 UU nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi Ras dan Etnis.

BACA JUGA : Pernyataan Prabowo Soal Elit Bodoh dan Maling, Fahri Hamzah Minta Untuk Penjelasan Lanjutan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here