IDI Pecat Dokter Terawan Karena Metode Cuci Otak!

0
782
Dokter Terawan
Copyrigth©MI

Karena Penggunaan Metode Cuci Otak, IDI Putuskan Pecat Dokter Terawan

Indowarta.com – Dokter Terawan Agus Putranto telah mendapatkan sanksi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berbentuk pemecatan dalam kurun waktu 12 bulan dari keanggotaan. Sanksi itu diberlakukan sejak 26 Februari 2018-25 Februari 2019.

BACA JUGA : BPJS Kesehatan Buka Lowongan Kerja, Ini Syaratnya!

Adanya keputusan ini diambil setelah sidang Mejelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) yang sudah menganggap kalau Dokter Terawan ini sudah melakukan melanggar etika kedokteran yang berlaku. Dan pelanggaran itu termasuk berat.

“Bobot pelanggaran Dokter Terawan adalah berat, serious ethical missconduct. Pelanggaran etik serius,” ungkap Prio Sidipratomo, Ketua MKEK IDI melalui surat PB IDI yang berikan kepada Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Seluruh Indonesia (PDSRI) tertanggal 23 Maret 2018, seperti dikutip Kontan.co.id Senin (2/4/18).

Melalui surat itu juga, IDI juga sudah resmi mencabut izin praktek Dokter Terawan itu. Serta adanya himbauan kepada seluruh pengurus IDI daerah maupun PDSRI untuk selalu mematuhi putusan MKEK itu.

Bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh Dokter Tarawan ini adalah menggunakan metode ‘cuci otak’ kepada pasien penderita stroke yang telah menjadi sebuah masalah, sehingga membuat IDI meradang dan mengambil keputusan untuk memecatnya.

Dokter Terawan,
Copyrigth©Viva

Berdasarkan penjelasan singkat dari Dokter Terawan, penggunaan terapi cuci otak tersebut dilakukan dengan cara memasukkan kateter dalam pembuluh darah yang dilewatkan pada pangkal paha penderita stroke.

BACA JUGA : TNI dan Polri Diminta Menkes Untuk Mengawal Tenaga Kesehatan di Papua

Metode itu dilakukan untuk mengetahui apakah ada penyumbatan pembuluh darah atau tidak yang ada di area otak. Jika terjadi adanya penyumbatan tersebut, maka kondisi itulah yang sudah membuat pasien mengalami stroke.

Melalui metode DSA, adanya sumbatan tersebut selanjutnya akan dibersihkan dengan tujuan agar pembuluh darah kembali bersih. Sehingga dengan itu aliran darah akan kembali normal seperti semula setelah penanganan ini.

Hasil terapi yang telah dilakukan oleh Dokter Tarawan ini sudah diakui cukup bagus. “Ada banyak pasien yang merasa sembuh atau diringankan oleh terapi cuci otak itu,” jelas Dokter Terawan, dikutip dari Warta Kota.

Walau metode yang telah digunakan oleh Terawan banyak menimbulkan pro dan kontra, namun metode tersebut diterapkan di Jerman. Dan telah di patenkan dengan diberi nama ‘Terawan Theory’.

BACA JUGA : Di Kampung Yabosorom, Satu Orang Pertugas Kesehatan Dibunuh KKB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here