Tanggapan Fahri Hamzah Mengenai Puisi Sukmawati Yang Menimbulkan Polemik

0
3982
Copyright ©Instagram/fahrihamzah

Fahri Hamzah Menilai Itu Hanyalah Kesalahan Sukmawati dalam Memaknai

Indowarta.com – Terkait puisi yang telah dibacakan Sukmawati Soekarnoputri dalam  acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 yang dinilai beberapa pihak sudah mengandung unsur SARA, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah angkat bicara.

BACA JUGA : Keluarga Minta Sukmawati Luruskan Soal Puisi!

“Syariat Islam konsepsinya hukum yang dianugerahkan langsung dari Tuhan, nilainya tinggi, jadi sangat tidak bisa dibanding-bandingkan dengan apapun,” kata Fahri Hamzah, ketika di Gedung Nusantara III DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (2/4/18).

Dia menilai, bahwa Sukmawati hanya keliru dalam memaknai apa yang sudah dibacakannya dalam acara pekan mode yang digelar tersebut. “Saya rasa beliau hanya keliru dalam hal itu,” pungkasnya.

Sehingga dengan itu, pihaknya mengharapkan agar tidak terjadi adanya kesalah pahaman yang timbul dari puisi tersebut. Fahri mengatakan bahwa permasalahan ini dapat diselesaikan secara baik-baik dengan Sukmawati.

“Baiknya kita diskusi dengan beliau, dialog dan silaturahmi saja,” tutur ia.

Sukmawati.
Copyrigth©sholihah

Fahri mengatakan bahwa dalam puisi berjudul “Ibu Indonesia” yang menjadi polemik ditengah masyarakat itu menunjukkan Sukmawati memiliki pemahaman yang kurang tuntas, hal itu terkait dengan agama dan budaya.

BACA JUGA : Puisi Sukmawati Dinilai Sekjen NasDem Merupakan Bagian Dari Seni

“Sebenarnya kan puisi itu menggambarkan bahwa pada Ibu Sukma ada banyak konsep yang belum duduk dan itu sepertinya datang dari pemahaman yang tidak tuntas,” sambunya.

Disamping itu, Fahri memberikan saran kepada Sukmawati untuk mendiskusikan pemikirannya dan bertanya kepada sejumlah orang yang tepat. “Dia harus mencoba memahami keduanya (budaya dan agama, red), jangan dibenturkan. Buat apa dia persoalkan dan adu domba antara konde dan cadar. Yang mau berkonde silakan yang mau bercadar juga silakan, kenapa harus dicela,” tambahnya.

Selain itu, bagaimana reaksi beberapa pihak yang sudah melaporkan Sukmawati ke polisi mengenai bait puisi yang dibacakannya itu? Fahri mengatakan bahwa itu merupakan dinamika hidup bermasyarakat.

“Itu dinamika masyarakat, urusan polisi karena hukum di Indonesia memungkinkan itu. Hukum aksi reaksi biasa saja,” ungkap dia.

 BACA JUGA : Ketika Prabowo Colek Ahok dan Elite Politik Lainnya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here