Jika Ada Data Disalahgunakan, Menkominfo Akan Blokir Layanan FB di Indonesia

0
766
Menkominfo Rudiantara,
Copyright©techno

Menkominfo Meminta Untuk Dapat Mencegah Adaya Penyalahgunaan Data Pengguna dan Penyebaran Isu Hoax

Indowarta.com – Layanan Facebook (FB) akan diblokir oleh pemerintah Indonesia jika saja ada masalah data pribadi disalahgunakan. Terkait dengan hal tersebut disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

BACA JUGA : Cara Keluar dari Grup WhatsApp Secara diam-diam!

Seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (4/4/18), Rudiantara mengatakan pemblokiran pada layanan media sosial tersebut juga akan dilakukan jika saja telah gagal dalam menekankan adanya pemberitaan hoax atau palsu yang tersebar di dalam layanannya menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang.

Adanya bentuk ancaman pemblokiran untuk FB ini menyusul imbas dari kejadian penyalahgunaan data pribadi dari 50 juta pengguna layanan tersebut oleh pihak ketiga, yaitu Cambridge Analytica dengan tujuan untuk pentingan politik di Amerika Serikat.

Adanya kejadian itulah yang menimbulkan kewaspadaan di Indonesia dalam Pemilu 2019, sebab dikhawatirkan akan muncul adanya kecurangan. Oleh sebab itu, Kominfo meminta kepada layanan besutan Mark Zuckerberg ini untuk menghentikan adaya kejadian itu.

FB
Copyright©kompastekno

Berdasarkan laporan dari Bloomberg, mengenai konstestasi pemilu yang akan diselenggarakan pada beberapa bulan kedepan, Rudiantara menduga bahwa ada individu atau kelompok teroganisir yang akan memanfaatkan platform media sosial untuk dapat mempengaruhi hasil dari pemilu.

BACA JUGA : Karena Skandal Kebocoran Data, FB akan Ditinggalkan?

“Jika saya harus memblokirnya, saya akan melakukan itu,” ujar dia.

Sebelumnya diketahui bahwa pihak Kominfo sudah resmi melakukan pemblokiran pada layanan Telegram di Indonesia. “Saya pernah melakukannya (memblokir Telegram). Saya tidak ragu untuk memblokir lagi,” ungkap pria yang akrab disapa Chief RA itu.

Adanya peringatan yang telah ditujukan kepada FB, sebut Bloomberg, sudah melebihi adanya peringatak yang telah ditujukan kepada Alphabet (Google) yang merupakan pemilik YouTube serta beberapa perusahaan media sosial lainnya. Twitter dan Google sudah sepakat dengan pemerintah untuk melakukan kerja sama demi memantau adanya konten yang ada di platform mereka.

Disamping itu, dalam e-mail kepada media, FB menyatakan kalau sudah berkomitmen akan melindungi informasi penggunanya, melakukan pencegahan penyalahgunaan dan memberikan lebih banyak akses ke pengguna untuk dapat mengontrol penggunaan data. Ini merupakan langkah inisiatif untuk integrasi pemilu.

BACA JUGA : Domainesia, Hosting Murah Dan Terbaik di Indonesia!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here