Dikorupsi Sampai Rp 18 M, Gedung Shelter Tsunami Banten Gagal Total

0
608
Shelter Tsunami Banten Dikorupsi
Ilustrasi Korupsi Copyrigth©Merdeka

Gedung Shelter Tsunami Banten Gagal Total

Indowarta.com – Balai Pengkajian Dinamika Pantai Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi (BPPT) memprediksi aka nada tsunami di Pandeglang sampai setinggi 57 Meter. Pernyataan ini sontak membuat resah tak karuan bagi warga yang sedang berada di lokasi.

Namun, siapa sangka, Shelter atau tempat perlindungan tsunami di Desa Labuan, Kecamatan Labuan Pandeglang ternyata dkorupsi oleh orang rakus dan tidak bertanggung jawab. Pembangunan tersebut bahkan sampai menelan anggaran Rp 18 Miliar gagal total.

Baca Juga: Panduan Pendaftaran Online SBMPTN 2018 Untuk Peserta Reguler

Kasus Shelter di Pandeglang ini merupakan pembangunan tahun anggran 2016 senilai Rp 18 Miliar. Ada tiga oran tersangka yang ditetapkan oleh polisi atas dugaan korupsi dua rekanan dan satu PNS dinas pekerjaan umum menurut Kasubdit 2 Diterkrimsus Polda Banten Kompol Djafar N Hamzah.

Shelter Tsunami Banten
Shelter Tsunami Banten Copyrigth©Krakatau Radio

“kasus ini sekarang sudah proses ke pengadilan, itu sudal dalam proses tahap persidangan.” Kata Djafar saat berbincang dengan Detik.com di serang, Banten Kamis (5/4/2018).

Beliau juga menambahkan bahwa penyidikan atas kasus ini menemukan bahwa bangunan Shelter di Labuan dianggap gagal total atau Total Lost. Bangunan yang seharusnya untuk tempat berlindung ketika ada tsunami di Pendeglang malah gagal total.

Baca Juga: Tanggapan Fahri Hamzah Mengenai Puisi Sukmawati Yang Menimbulkan Polemik

Penilaian atas kegagalan ini didasarkan pada penuturan yang dinilai langsung oleh ahli dalam penyelidikan kepolisian. Artinya banungan senilai Rp 18 Miliar dianggap gagal secara keseluruhan.

Saat ini kepolisian melimpahkan berkas kaksus ini ke JPU pada Januari 2018 lalu. Selain itu, berkas P21 juga sudah dalam tahapan persidangan.

 Baca Juga: Saat Mobilnya Diderek Dishub, Ratna Sarumpeat Langsung Telepon Anies Baswedan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here