“Presiden Lepas Tanggung Jawab Kasus Novel Baswedan”

0
2465
Novel Baswedan,
Copyright©nusabali

Ketika Jokowi Disebut Tidak Bertanggung Jawab Atas Kasus Novel Baswedan

Indowarta.com – Mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menyesalkan sikap Presiden Joko Widodo yang belum juga membentuk tim gabungan guna mencari fakta terkait kasus penyerangan yang dialami oleh Novel Baswedan.

Dirinya menilai bahwa Jokowi sudah lepas tangan atas kasus terror siraman air keras yang menimpa salah satu penyidik KPK tersebut.

“Sikap Presiden yang sangat lemah dan sudah lepas tanggung jawab, dan maaf ya ini cacat sebagai Presiden. Dia Panglima tertinggi Polri masalahnya,” kata Busyro saat ditemui di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Baca Juga: Novel Baswedan “Awalnya Saya Apresiasi Jokowi, Tapi …”

WAJIB BACA :  Kocak, Paspampres Kejar-Kejaran dengan Jan Ethes Cucu Jokowi, Jadi Sorotan !

Selanjutnya, Busyro juga mengungkapkan bahwa penyerangan terhadap Novel Baswedan bukanlah tanggung jawab Polri Semata. Namun, kasus tersebut sudah menjadi tanggung jawab pemerintah.

Novel Baswedan
Copyright ©serambiIndonesia

Kemudian dirinya juga menyesalkan setelah genap 1 tahun, pelaku penyerangan pun belum juga terungkap dan presiden terus bergeming untuk membentuk tim TPGF.

“Ini sebenarnya memalukan bangsa, memalukan negara, karena kasus yang sesederhana itu kemudian sudah satu tahun tidak ada indikasi kesungguhan dari pemerintah,” kata Ketua Bidang Hukum PP Muhammadiyah ini.

Baca Juga: Penglihatan Mata Mulai Membaik, Novel Baswedan Tunggu Kepastian Dokter Untuk Pulang Ke Indonesia

Kembali lagi Busyro menegaskan bahwa penyerangan Novel Baswedan bukanlah sebagai terror kepada individu semata. Namun, penyerangan ini merupakan terror terhadap agenda pemberantasan korupsi.

WAJIB BACA :  Jokowi Berikan Tanggapan Terkait Khashoggi dengan Menlu Saudi !

“Sikap (Presiden) yang seperti ini dikhawatirkan sekali akan menjadi stimulus bagi kerja pelaku kejahatan terhadap kekuatan-kekuatan yang concern memberantas korupsi itu,” kata Busyro.

Sementara itu, Presiden Jokowi sebelumnya mengaku tetap mempercayakan pengusutan kasus Novel Baswdan ini kepada kepolisian, Jokowi mengatakan apabila Kapolri sudah menyatakan bahwa Polri tidak bisa menemukan pelaku penyerangan, Maka ia selaku Kepala Negara akan turun tangan. Namun, selama belum ada pernyataan menyerah dari Kapolri, maka ia akan tetap menunggu Progres kepolisian.

“Kalau kapolri sudah begini (Jokowi membuat gestur angkat tangan) baru. Kapolri masih sangat anu sekali (Jokowi mengepalkan kedua tangan),” kata Jokowi.

Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017 lalu. Akibat insiden tersebut, mata kiri Novel mengalami kebutaan dan ia harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Singapura.

Baca Juga: Novel Baswedan Sampaikan 2 Hal Ini Saat Kasusnya Tak Kunjung Temui Titik Terang!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here