Makna Isra Miraj dalam Penjelasan Sains

    0
    732
    Isra Miraj

    Bagimana Pandangan Sains Soal Isra Miraj?

    Indowarta.com – Sebagai salah satu hari besar yang sangat dihormati oleh umat Islam, Isra Miraj merupakan peristiwa penting dimana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan begitu mengagumkan yakni dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa Palestina kemudian menuju ke Sidratul Muntaha Langit ketujuh dalam Satu malam.

    Puncak dari Perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk melakukan Shalat 5 Waktu. Jika di rasionalkan, mungkin kejadian ini sangat tidak mungkin dan hanya berhubungan dengan akidah serta ibadah, namun bagaimana dengan tanggapan sains?

    Baca Juga: Libur Isra Mikraj 2018 Jatuh Pada Hari Jumat Atau Sabtu?

    Profesor Riset Astronomi-Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin menuliskan, Isra Miraj bukanlah perjalanan antariksa atau perjalanan menggunakan pesawat terbang antarnegara dari Mekah ke Palestina.

    Thomas menuliskan, Isra Miraj dalam pendekatan sain merupakan perjalanan keluar dari dimensi ruang dan waktu. Memang dia mengatakan, Cara Rasululloh melakukan perjalanan itum Ilmu pengetahuan tidak akan bisa menjelaskan, namun dia menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan itu bukan dalam keadaan mimpi.

    “Penjelasan perjalanan keluar dimensi ruang waktu setidaknya untuk memperkuat keimanan bahwa itu sesuatu yang lazim ditinjau dari segi sains, tanpa harus mempertentangkannya dan menganggapnya sebagai suatu kisah yang hanya dapat dipercaya saja dengan iman,” tulisnya.

    Alam ini dibatasi dimensi ruang waktu, dan pengukurannya umumnya adalah soal jarak dan waktu.

    Baca Juga: Sejarah, Pengerrtian dan Hikmah dari Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW!

    Sedangkan keluar dari dimensi ruang dan waktu jika dianalogikan berarti pergi kea lam lain yang dimensinya lebih besar, Dimensi lebih besar atau tinggi ini akan mengungguli dimensi yang lebih rendah. Keluar dari dimensi ruang waktu berarti melepaskan diri dari hukum ruang waktu.

    Thomas menjelaskan, bisa diilustrasikan, dimensi 1 merupakan garis, dimensi 2 adalah bidang dan dimensi 3 adalah ruang. Maka alam dua dimensi (bidang) dengan mudah menggambarkan alam satu dimensi (garis). Alam tiga dimensi (ruang) juga dengan mudah menggambarkan alam dua dimensi (bidang).

    Sedangkan untuk naiknya Rosulullah ke langit ketujuh dalam Miraj membuka pemahaman bahwa langit berlapis tujuh.

    “Pengertian langit dalam kisah Isra Miraj bukanlah pengertian langit secara fisik. Langit dan Sidratul Muntaha dalam kisah Isra Miraj adalah alam gaib yang tak bisa kita ketahui hakikatnya dengan keterbatasan ilmu manusia. Itu mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.

     Baca Juga: Isra Miraj Merupakan Perjalanan Paling Istimewa Nabi Muhammad SAW Hingga Diturunkannya Perintah Sholat 5 Waktu !

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here