Kemenag Gelar Sidang Isbat 15 Mei Untuk Menentukan Awal Ramadhan 1439 H

0
766
Sidang Isbat Akan Dilangsungkan 15 Mei
Copyright © Media Indonesia

Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan Digelar 15 Mei 2018

Indowarta.com – Kementrian Agama RI akan menggelar sidang Isbat atau penetapan awal bulan Ramadhan 1439 H pada 15 Mei atau Selasa mendatang.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Direktorat Jenderal Bimibingan Masyarakat Islam, Kemenag RI, Juraidi.

“Melalui sidang itsbat tersebut, Kemenag akan menetapkan kapan umat Muslim Indonesia akan mulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan,” kata Juraidi, dikutip dari laman resmi Kemenag RI, Senin (7/5/2018).

Baca Juga: Cuti PNS Tidak Dipotong Ketika Lebaran, Bagaimana dengan Swasta?

Sidang sendiri akian digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kemenag RI jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta Pusat.

Proses sidang akan dimulai pukul 16.00 WIB, Diawali dengan pemaparan dari Tim hisab dan rukyat Kemenag tentang posisi hilal menjelang awal Ramadhan.

Sidang Isbat Akan Dilangsungkan 15 Mei -
Sidang Isbat Akan Dilangsungkan 15 Mei – Copyright ©Brilio

Adapun proses sidang isbat sendiri dijadwalkan berlangsung selepas Shalat Maghrib, usai adanya lapora hasil rukyatul hilal dari lokasi pemantauan.

“Kemenag akan menurunkan sejumlah pemantau hilal di seluruh provinsi di Indonesia,” ujar Juraidi.

Nantinya, hasil rukyatul hilal dan data hisab posisi hilal awal akan dimusyawarahkan dalam sidang isbat untuk kemudian diambil keputusan penentuan awal Ramadhan.

Baca Juga: Awal Ramadhan dan Idul Fitri Tahun Ini Akan Seragam

“Sidangnya tertutup, sebagaimana itsbat awal Ramadhan dan awal Syawal tahun lalu. Hasilnya disampaikan secara terbuka dalam konferensi pers setelah sidang,” kata Juraidi.

Sidang Isbat mendatang akan dihadiri oleh Duta Besar negara-negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Mejelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kemudian, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, serta pakar falak dari Ormas-ormas Islam dan lainnya,

“Ini sebagai wujud kebersamaan pemerintah dengan ormas Islam dan instansi terkait dalam mengambil keputusan, yang hasilnya diharapkan dapat dilaksanakan bersama,” tutur Juraidi.

Baca Juga: Dibuka Kemarin, Tips Lolos Seleksi Beasiswa LPDP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here