Dua Bocah Tewas di Monas, Ketua Panitia Menanggung

0
372
Dua Bocah Tewas di Monas
Dua Bocah Tewas di Monas Copyright © Tempo

Dua Bocah Tewas di Monas Saat Antre Acara Bagi-bagi Sembako

Indowarta.com – Ketua Panitia acara bagi-bagi sembako, Dave Revano Santoso menanggung insiden dua bocah tewas di Monas dalam kegiatan yang berlangsung pada 28 April 2018.

Keduanya terinjak-injak massa ketika mengantre makanan dan mengalami dehidrasi dengan kondisi Monas yang panas dan dijejali sekitar 300 ribu orang warga lapisan bawah dari Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang.

Baca Juga: Kronologi Kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua

“Namanya acara segitu banyak orang, pasti ada yang namanya kesenggol dan terinjak,” kata Henry Indraguna, kuasa hukum Dave, di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin, 7 Mei 2018. “Ya namanya kerumunan massa, terinjak sedikit wajar, tapi bukan diinjak-injak,” ujar lagi.

Selama delapan jam, Dave Santosa diperiksa di Polda Metro Jaya pada Senin lalu. Dia didampingi Henry, Pengacaranya. Polisi menanyakan kegiatan di Monas yang menwaskan Muhammad Rizki syahputra, 10 Tahun dan mahesa Junaedi 12 Tahun.

Henry mengkritik penggunaan kata diinjak dalam insiden tersebut yang menimpa Rizki. Menurut dia, Rizki hanya terinjak-injak, bukan diinjak-injak.

Konotasi dinjak-injak justru salah karena seolah-olah aksi itu dilakukan secara sengaja. “Ya namanya kerumunan massa, terinjak sedikit wajar, tapi bukan diinjak-injak,” ujarnya.

Baca Juga: Inilah Tampang Koruptor Rp 1.6 Miliar yang ditangkap di Kalibata

Dave, kata Henry, telah melakukan islah atau berdamai dengan Komariah, ibu dari Muhammad Rizki Syahputra. Dari situ diketahui bahwa Rizki terinjak saat antre makanan, bukan mengantre sembako. “Jadi selama ini sudah salah,” kata dia.

Henry tidak merinci lebhih lanjut kenapa Rizki bisa tewas. Ia hanya mengatakan bahwa ada 100 orang panitia yang berjaga di bagian antrean makanan. Tujuannya, agar tidak terjadi aksi dorong-dorong dari peserta acara. Kenyataannya, aksi tetap terjadi.

Setelah mengalami insiden ini, Rizki sempat keluar dari antrean makanan dan berteduh di bawah pohon bersama ibunya. Panitia diduga tidak merespon kondisi Rizki dengan sigap. Padahal, saat itu Rizki telah dalam kondisi yang lemah, muntah-muntah, dan kejang-kejang.

Baca Juga: “Amien Rais Bukanlah Bapak Reformasi, Tapi Pecundang”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here