Peliknya Penataan Tanah Abang dibawah Anies Baswedan dan Sandiaga Uno

0
968
Peliknya Penataan Tanah Abang dibawah Anies Baswedan dan Sandiaga Uno
Peliknya Penataan Tanah Abang dibawah Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Copyright © Kompas

Penataan Tanah Abang Di Tangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno

Indowarta.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno kini disibukkan dengan proses klarifikasi niat dan rencana mereka berkaitan dengan penataan kawasan Tanah Abang di Jakarta Pusat kepada pihak-pihak terkait, mulai dari Kepolisian sampai Ombudsman.

Pangkal permasalahan ini bermula ketika 22 Desember 2017 kemarin, Pemrov DKI menutup ruas jalan Jatibaru dan mengizinkan sejumlah pedagang kaki Lima (PKL) Berjualan di salah satu sisi jalan tersebut.

Baca Juga: Anies Baswedan Berikan Sinyal Kuat Akan Ke Pilpres 2019?

Langkah ini banyak menuai protes, tidak hanya datag dari pengendara, sopir angkot dan pejalan kaki, namun juga dari pedagang yang terdampak tetapi juga instansi pemerintah.

Peliknya Penataan Tanah Abang dibawah Anies Baswedan dan Sandiaga Uno -
Peliknya Penataan Tanah Abang dibawah Anies Baswedan dan Sandiaga Uno – Copyright © Metro.co

Polda Metro Jaya misalnya merasa tidak dilibatkan dalam proses tersebut, mereka pun mengusut laporan dugaan tindak pidana terhadap Anies Baswedan berkaitan dengan penutupan jalan tersebut.

Anak buah Anies Baswedan di Dinas Perhubungan dan Biro Hukum diperiksa dan terungkap bahwa Anies telah diingatkan soal dasar hukum penutupan jalan.

Ombudsman sendiri juga memanggil Anies sebanyak dua kali dimana belaiu akhirnya datang pada panggilan kedua yakni 4 Mei 2018.

Baca Juga: Sandiaga Uno Bongkar Pelanggaran Panitia Bagi Sembagko di Monas

Ditengah derasnya kritik yang mengucur ini, Anies dan Sadiaga beserta jajarannya bekukuh penutupan jalan ini hanya sementara.

Mereka beralasan penutupan ini demi membela tidak hanya pedagang kaki lima dan pejalan kaki dimana biasanya PKL akan nampak kesusahan saat di uber-uber Satpol PP;

Penutuan jalan ini hanyalah satu dari tiga pentaan jangan menengah dan jangka panjang. Alam jangka menengah, DKI bakal membangun Skybridge di atas Jalan Jatibari untuk pedagang dan pejalan kaki serta memulai pembangunan Blok G sedangkan tahap akhir kawasan Tanah Abang dibangun dengan Konsep Transit Oriented Development.

Baca Juga: Dilema Baru Saat Penutupan Tanah Abang!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here