PNS yang Sebut Bom Surabaya Rekayasa, Diberhentikan dari Jabatan

0
5132
PNS yang Sebut Bom Surabaya Rekayasa, Diberhentikan dari Jabatan
PNS yang Sebut Bom Surabaya Rekayasa, Diberhentikan dari Jabatan Copyright © Kompas

Sebut Bom Surabaya Rekayasa, PNS Ini Ditahan

Indowarta.com – FSA (37) seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjabat sebagai kepala sekolah SMP di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat terancam diberhentikan dari Jabatanta.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendirdikan dan Kebudayaan Kabupaten Kayong Utara, Romi Wijaya yang akan menyikapi kasus tersebut dengan menerbitkan surah pemberhentian sementara terhadap FSA.

Baca Juga: Pengakuan Mengejutkan Soal Ibu Ketua JAD di Jatim

Meski demikian, surat pemberhentian tersebut akan dikeluarkan setelah pihaknya menerima surat penahanan dari kepolisian.

“Akan diberhentikan sementara karena statusnya baru tersangka, bukan terpidana,” kata Romi, Kamis (17/5/2018).

FSA ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Kalbar setelah diperiksa selama beberapa jam pada Rabi 16 Mei 2018.

Seusai ditetapkan sebagai tersangka, Polda Kalbar kemudian langsung melakukan penahanan tersangka. Romi juga menambahkan apabisa nantinya sudah ada putusan daru hakim di pengadilan, maka pihaknya akan memastikan memberhentika FSA secara Definitif.

Baca Juga: Polisi Masih Buru Abu Bakar, Guru Pelaku Bom Gereja Di Surabaya

Ketika menunggu berjalannya roses hukum yang dihadapi FSA, saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kayong Utara menunjuk Pelaksana Harian Kepala Sekolah untuk menggantikan tugas FSA.

Di dalam akun Facebooknya, FSA menyebutkan bahwa terror bom gereja yang terjadi di Surabaya merupakan sebuah rekayasa. Status Facebook tersebut kemudian viral di media sosial.

Atas perbuatanya tersebut, FSA dijerat dengan pasa 45A atyat 2 Jo Pasal 28 Ayat 2 UU informasi dan Transaksi Elektronik dan UU Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Baca Juga: Keluarga Sempat Tidak Restui Pernikahan Pasangan Pelaku Bom Gereja di Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here