Siswa SD Hamili Siswi SMP, Usia Kandungannya Sudah 6 Bulan

0
892
Siswa SD Hamili Siswi SMP
Ilustrasi Siswa SD Hamili Siswi SMP Copyright © Kompas

Siswa SD Hamili Siswi SMP di Tulungagung

Indowarta.com – Seorang siswa sekolah dasar (SD) menghamili siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Tulungagung, Jawa Timur. Saat ini pelajar SMP tersebut tengah hamil selama 6 bulan.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Tulungagung Winny Isnaeni mengatakan, dari laporan yang diterimanya, Siswi SMP tersebut diketahui hamil setelah pihak sekolah memeriksakannya ke Puskesmas setempat Sabtu 19 Mei 2018 karena terlihat kurang sehat.

Baca Juga: Hasil UNBK SMP 2018 Diumumkan Oleh Kemendikbud Hari Ini

Petugas medis di puskesmas menyatakan bahwa siswi tersebut positif hamil. Setelah melihat kejadian itu, pihak sekolah langsung saja memberitahukan kejadian ini ke pihak keluarga. Melalui pendekatan, siswi tersebut akhirnya ngaku sosok ayah bayi dalam kandungan tersebut yakni pacarnya yang masih duduk di kelas V SD.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Ribuan Ulat Bulu Bandel yang Bikin Warga Tulungagung Bergidik!

“Meski masih SD, usianya sudah 13 tahun karena beberapa kali tidak naik kelas. Sebetulnya di Jawa Timur banyak sekali kasus serupa dan di Tulungagung ini menjadi perhatian karena lelaki-nya masih SD,” kata Winny, Rabu (23/5/2018).

Kedua pihak keluarga, lanjutnya, telah sepakat untuk menikahkan keduanya. Namun Kantor Urusan Agama (KUA) sempat menolak karena calon mempelai pria dan wanita masih di bawah umur.

Baca Juga: Remaja yang Menghina Jokowi Lewat Video Mengaku Hanya Bercanda

“Dengan menikahkan keduanya belum tentu sebagai jalan keluar. Bisa menjadi lebih baik, bisa jadi justru situasi tambah keruh. Pernikahan ada syarat khusus yang harus dipenuhi. Dan kedua ini masih anak-anak yang belum memahami arti sebuah pernikahan,” ungkap Winny

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Ribuan Ulat Bulu Bandel yang Bikin Warga Tulungagung Bergidik!

LPA, lanjut dia, akan melakukan asesmen terlebih dahulu untuk mengetahui situasi kedua keluarga dan melakukan pendampingan.

Bisa dipahami, lanjut dia, bahwa orangtua secara psikologis akan menikahkan anaknya jika hamil di luar nikah. Namun, menurut Winny, pernikahan di bawah umur bisa menimbulkan masalah baru.

Winny melanjutkan, kasus yang dialami oleh siswa SD dan siswi SMP tersebut bukan melanggar undang-undang, tetapi pelanggaran hak atas anak-anak.

“Setelah kami lakukan asesmen, lanjut ke pernikahan atau tidak kami serahkan kepada masing-masing orangtua,” pungkas Winny.

Baca Juga: Saat Ini, Kopassus Sudah Bersama Densus 88 Berantas Terorisme

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here