Ketua Demokrat Dipolisikan Lantaran Pencemaran Nama Baik

0
1354
Partai Demokrat
Partai Demokrat Copyright © Detik

Ketua DPP Partai Demokrat Ditangkap

Indowarta.comSekjen Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian melaporkan Ketua DPP Partai DemkratJensen Sitindaoon lantaran berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik. Jensen dipolisikan gara-gara cuitannya yang meminta informasi ke Kejaksaan Agung RI tekait penpuan penggelaan yang dilakukan ileh Jak.

“Iya, lapor. Mungkin kalau di Twitternya tertulis Ketua DPP Demokrat ya, mungkin nanti bisa dicek di struktur Demokrat ya biar nggak salah dengan saudara Jansen,” kata Jack di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Baca Juga: Ketum Golkar Sebut Partai Demokrat Berpeluang Besar Dukung Jokowi

Cuitan yang dilaporkan itu diunggah Jansen melalui akun twtternya @jansep_sp pada 24 Mei 2018. Jansen menyertakan screenshoot soal perkara Jack yang ada di situs Kejagung RI. Dia juga menyertakan keterangan mengenai foto-foto tersebut.

“Kpd Yth: @KejaksaanRI Berdasar informasi resmi di website anda. Bisakah Kejagung RI memberikan identitas lengkap Jack Boyd Lapian yang didakwa Jaksa melakukan PENIPUAN/PENGGELAPAN di perkara PRINT-1026/0.1.14/Ep.1/08/2011 ini. Karena ada KESAMAAN NAMA dng pelapor di perkara kami,” tulis Jansen.

Jack merasa keberatan dengan cuitan tersebut, sebab menurutnya ada penggiringan opini public, dia menduga Jensen ingin menjatuhkan nama baikknya. Jack juga menduga cuitan Jansen ini terkait dengan laporannya Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

Baca Juga: Partai Demokrat Akan Koalisi Kemana di Pilpres 2019?

“Ini lebih ke pencemaran nama baik jadi saudara Jansen ini tabayunnya klarifikasinya langsung ke pihak Kejaksaan Agung, tapi disini saudara Jansen membuat satu opini publik yang membuat mungkin dugaan saya untuk menjatuhkan nama baik saya,” papar Jack.

Jack sendiri mengakui dirinya pernah divonis bersalah dalam perkara tersebut beberapa tahun lalu. Kasus tersebut telah mendapatkan keputusan tetap (inkrah).

“Terlepas itu memang 2011 itu ada kasus saya ya, dan itu sudah inkrah dan memang ada di websitenya Kejaksaan Agung, cuman d isini saudara Jansen menyebarkan.

Nah dipasal 27 ayat 3 kan sudah jelas barang siapa yang menyebarkan dengan sengaja dan tanpa hak ya, di sini tanpa hak saya lihat karena menyebarkan itu untuk membuat opini publik dan kalau liat dari komentar-komentarnya malah jadi blunder, malah jadi bias,” tutur dia.

Baca Juga: SBY dalam HUT Demokrat:”Sometimews We Win, Sometimes We Learn”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here