Besok Hari Raya Waisak, Ini Doa Umat Buddha Untuk Indonesia

    0
    626
    Sejumlah Bhiksu melakukan pradaksina atau mengelilingi candi membawa Api Dharma dengan obor yang diambil dari api abadi Mrapen Kabupaten Grobogan saat prosesi penyemayaman Api Dharma Waisak 2018 di Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (27/5). Penyemayaman api abadi tersebut merupakan rangkaian dari ritual menjelang hari raya Waisak 2562 BE/2018. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww/18.
    Sejumlah Bhiksu melakukan pradaksina atau mengelilingi candi membawa Api Dharma dengan obor yang diambil dari api abadi Mrapen Kabupaten Grobogan saat prosesi penyemayaman Api Dharma Waisak 2018 di Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah - h Copyright © Antara

    Doa Umat Buddha Untuk Indonesia di Hari Raya Waisak

    Indowarta.com – Umat Buddha Indonesia yang masuk dalam gabungan Walubi sedang mempersiapkan diri untuk menyambut Hari Raya Waisak. Dalam penyambutannya hari besar nan penting berkaitan dengan Sang Sidharta Buddha Gautama itu, umat Buddha secara khusus berdoa untuk terwujudnya kehidupan bersama yang penuh perdamaian di Indonesia.

    Baca Juga: Bolehkah Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh?

    Pelaksana Harian Walubi Biksu Pabhakaro Thera menyatakan dalam rangkaian perayaan Waisak di Candi Borobudur dan Candi Mendut, para biksu dan Umat Buddha mendoakan kondisi negara dan bangsa tercinta.

    “Memang hidup tujuannya adalah untuk damai. Untuk itu kami selalu mendoakan (terwujudnya perdamaian, red.),” kata Pelaksana Harian Perwakilan Umat Buddha Indonesia Biksu Pabhakaro Thera di Magelang, Minggu (27/5) petang, terkait dengan perayaan Waisak 2018.

    Dia mengatakan bahwa berdasarkan ajaran Sang Buddha, setiap orang tidak ingin hiduo menderita akan tetapi mendambakan kebahagiaan.

    Sejumlah biksu berjalan menuju sumber api saat melakukan ritual pengambilan api abadi rangkaian dari perayaan Waisak 2562 BE/2018 se-Sumatra di Sungai Gelam, Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (26/5). Perayaan Waisak 2018 di Sumatra akan diselenggarakan dipusatkan di Kompleks Percandian Candi Muaro Jambi yang merupakan situs percandian terluas di Asia Tenggara. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/kye/18.
    Sejumlah biksu berjalan menuju sumber api saat melakukan ritual pengambilan api abadi rangkaian dari perayaan Waisak 2562 BE/2018 se-Sumatra di Sungai Gelam, Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (26/5). Perayaan Waisak 2018 di Sumatra akan diselenggarakan dipusatkan di Kompleks Percandian Candi Muaro Jambi yang merupakan situs percandian terluas di Asia Tenggara. Copyright © Antara

    Umat Buddha, ujar dia setelah prosesi penyemayaman api dharma Waisak di Candi Mendut Kabupaten Magelang, selalu berdoa agar semua makhluk hidup berbahagia.

    Terkait dengan situasi kehidupan bersama saat ini yang sering ditandai tindakan intoleransi, katanya, umat Buddha menyatakan keprihatinannya karena hal tersebut tidak diharapkan.

    Baca Juga: Niat Puasa Ramadhan dan Doa Ketika Berbuka Puasa!

    “Kami sangat prihatin, tapi untuk menyikapi hal ini, kami umat Buddha selalu berdoa, mendoakan semoga mereka-mereka yang melakukan sesuatu yang merugikan orang lain, bahkan negeri ini, kami doakan agar mereka cepat sadar dan kembali ke jalan yang benar,” ujar dia.

    Umat Buddha Indonesia bersama para biksu sangga Walubi akan melaksanakan rangkaian Trisuci Waisak 2018 yang dipusatkan di Candi Mendut dan Borobudur kabupaten Magelang. Tema Waisak 2018 “Transformasikan Kesadaran Delusi Menjadi Kesadaran Murni”, sedangkan subtema “Marilah Kita Bersama-sama Berjuang Mengalahkan Sang Ego”.

    Puncak Waisak 2018 jatuh pada Selasa (29/5) pukul 21.19.13 WIB ditandai dengan meditasi selama beberapa saat oleh umat Buddha bersama para biksu di pelataran Candi Borobudur.

    Baca Juga: Dibuka Kemarin, Tips Lolos Seleksi Beasiswa LPDP

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here