Bupati Purbalingga Diduga Menerima Suap Pembangunan Islamic Center

0
875
Bupati Purbalingga Diduga Menerima Suap Pembangunan Islamic Center -
Bupati Purbalingga Diduga Menerima Suap Pembangunan Islamic Center - Copyright© Merdeka

Bupati Purbalingga Terima Suap?

Indowarta.comKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Purbalinga Tasdi sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Purbalingga.

Baca Juga: OTT di Purbalingga, KPK Ciduk Bupati dan Sejumlah Orang

Menurut Ketua KPK Agus Rahardjo, Tasdi diduga menerima fee sebesar Rp 100 juta dari kontraktor pemenang proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center tahap 2 tahun 2018. Adapun nilai total kontrak tersebut senilai Rp 22 Miliar.

“Diduga pemberian tersebut merupakan bagian dari commitment fee sebesar 2,5 persen dari total nilai proyek, yaitu Rp 500 juta,” kata Agus, dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Proyek Purbalingga Islamic Center sendiri merupakan proyek Multiyears yang dikerjakan selama 3 tahun, sejak 2017 hingga 2019. Nilai total proyek mencapai Rp 77 Triliun.

Adapun rinciannya terdiri dari tahun anggaran 2017 sekitar Rp 12 Miliar tahun anggaran 2018 sekitar Rp 22 Miliar dan tahun anggaran 2019 sekitar Rp 43 Miliar.

Bupati Purbalingga Diduga Menerima Suap Pembangunan Islamic Center
Bupati Purbalingga Diduga Menerima Suap Pembangunan Islamic Center – Copyright© Antara

Baca Juga: Novel Baswedan Belum Bisa Bekerja Kembali Sampai 28 Juni

Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Kabupaten Purbalingga Hadi Iswanto sebagai tersangka.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan lima orang tersangka. Diduga sebagai penerima, TSD (Tasdi) dan HIS (Hadi Iswanto),” ujar Agus.

Adapun tiga tersangka lainnya berasal dari pihak swasta, ketiganya diduga menjadi pemberi hadiah atau janji. Mereka terdiri dari Hamdani Kosen, Librata Nababan dan Ardirawinata.

Librata dan Hamdani merupakan kontraktor dari PT Sumber Bayak Kreasi yang kerap mengerjakan proyek-proyek di Pemkab Purbalingga.

Dalam OTT yang digelar KPK pada Senin (4/6/2018) silam, tim KPK mengamankan dua barang bukti. Kedua barang bukti itu terdiri dari uang pecahan Rp 100 ribu dengan total nilai sekitar Rp 100 juta, serta mobil Avanza yang digunakan oleh Hadi saat menerima uang.

Baca Juga: Jika Tidak Membayar Uang Pengganti, Aset Setya Novanto Akan Disita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here