Komentar Freeport Soal Buruh Ilegal dari China

0
3800
Komentar Freeport Soal Buruh Ilegal dari China
Komentar Freeport Soal Buruh Ilegal dari China Copyright© CNN

Kata Freeport Soal Buruh China Ilegal

Indowarta.com – PT Freeport Indonesia angkat suara soal temuan Kantor Polisi kelas II Tembagapura, Timika , Papua mengenai ratusan Warga negara China yang bekerja secara illegal pada perusahaan-perushaan tambang emas di kabupaten Nabire.

Baca Juga: Awas, Jangan Mudik Melalui Jalur Kamojang di Malam Hari

Menurut Juru Bicara Freeport Riza Pratama menegaskan bahwa manajemen selalu mengawasi tenaga kerja yang bekerja di tambang milik perushaaan. Terutama tenaga kerja asing.

Dirinya mengaku tunduk dengan perizinan tenaga kerja sesuai aturan yang berlaku.

“TKA kami selalu awasi dan monitor izin kerjanya. Jadi, tidak mungkin ada yang ilegal. Di Freeport tidak ada,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (12/6).

Seluruh izin menggunakan tenaga kerja asing isebut sesuai dengan undang-undang tenaga kerja. Perushaan menyesuaikan dengan Rencana Penggunaaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) yang diterbitkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

“Jadi, tidak ada itu yang ilegal di Freeport,” imbuh Riza.

Sebelumnya, Kepala Kantor Imigrasi Tembagapura Samuel Enock mengatakan dugaan ratusan tenaga kerja asing China bekerja secara ilegal diketahui berdasarkan laporan masyarakat, terutama dewan adat setempat.

“Bukan puluhan orang saja, bisa sampai ratusan orang. Ini sudah berlangsung lama, tanpa ada pengawasan,” katanya.

Baca Juga: Jawaban Sandiaga Uno Soal Tanah Abang yang Makin Semrawut

Samuel yang langsung mendatangi empat lokasi tambang di Nabire menemukan warga negara China bekerja di lokasi itu. Empat lokasi tambang emas itu terletak di Nabire kilometer (Km) ke-70, Km 52, Km 38, dan Km 30 ruas Jalan Trans Nabire-Enarotali Paniani.

Lokasi itu berada di dalam kawasan hutan rimba Papua di wilayah Nabire, perbatasan antara Lagari dengan air terjun.

Dari operasi tersebut, Kantor Imigrasi Tembagapura mengamankan 21 warga negara China. Namun, ada juga beberapa di atntaranya yang kabur ke hutan-hutan saat tim mendatangi lokasi kerja mereka pada Jumat (8/6) dan Minggu (9/6).

Baca Juga: Kondisi Pasar Tanah Abang yang Kian Semrawut Lantaran PKL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here