3 Keanehan Dalam Tragedi Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba!

0
5814
KM SInar Bangun Copyright©Liputan6

KM Sinar Bangun Gunakan Nahkoda Tembak!

Indowarta.com – Peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba beberapa waktu lalu memang menjadi sebuah kabar duka nasional. Dimana saat banyak orang yang bahagia merayakan hari lebaran, sebagian saudara kita harus mendapat musibah dengan kapal yang mereka tumpangi tenggelam di Danau terbesar di Asia tersebut.

Hingga kini, tim SAR masih terus melakukan pencarian korban, dan kabar terakhir mereka berhasil menemukan 21 penumpang yang terdiri dari 18 orang selamat, dan 3 orang korban meninggal dunia. Berikut ada beberapa kejanggalan dalam peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, silahkan simak selengkapnya dibawah ini.

Baca juga: 196 Orang Korban Hilang Diduga Masih Berada di Dalam Bangkai KM Sinar Bangun!

Nahkoda Tembak

Istilah sopir tembak tak hanya berlaku pada kendaraan roda 4 saja, namun KM Sinar Bangun rupanya juga menerapkan hal serupa yakni Nahkoda Tembak. Kejanggalan ini terkuak setelah nama nahkoda dari KM Sinar Bangun tidak menjadi korban, ia masih berada didarat saat peristiwa nahas itu terjadi. Dan saat ini, Nahkoda tersebut masih diamankan polisi untuk menghindari hal yang tak diinginkan.

Copyright©Liputan6

Kelebihan Muatan

Diberitakan sebelumnya, jika KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba ini mengangkut sekitar 80 orang penumpang. Namun setelah kejadian itu terjadi, jumlah penunmpang dikabarkan mencapai ratusan orang, hal ini menurut laporan warga yang merasa keluarganya menjadi korban.

Baca juga: Usai Lebaran PT KAI Siapkan Tiket Promo Kereta, Berikut Tarifnya!

Jika dilihat dari sertifikasinya, KM Sinar Bangun ini hanya mampu menampung 40 orang. Namun dalam peristiwa nahas itu mereka membawa sekitar 200 orang ditambah dengan puluhan kendaraan.

Data Manifest yang simpang siur

Soal data penumpang KM Sinar Bangun hingga kini masih belum dipastikan. Hal ini karena saat diselidiki, rupanya kapal tersebut tak memiliki data manifest soal data penumpang. Dan menurut Menteri Perhubungan yakni Budi Karya Sumadi, kapal tersebut illegal yang berlayar tanpa izin. Maka dari itu Kabag Pensat Divhumas Mabes Polri yakni Kombes Pol Yusri Yunus telah membuka posko untuk mendata korban berdasar laporan dari masyarakat.

Baca juga: Kesaksian Korban Selamat KM Sinar Bangun, Satu Jam Ditengah Danau!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here