Inilah Alasan Pemohon SIM Wajib Lakukan Tes Psikologi!

0
786
Copyright©Kompas

Pemohon SIM Diikenakan Biaya Rp 35.000 Untuk Sekali Tes Psikologi

Indowarta.com – Mulai 25 Juni 2018 mendatang, Ditlantas Polda Metro Jaya bakal menetapkan Tes Psikologi sebagai salah satu syarat dalam Pemohon SIM baru maupun perpanjangan SIM bagi warga yang berada di wilayah hokum Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, tes ini diwajibkan untuk Pemohon SIM umum maupun pengendara angkutan umum plat kuning.  Untuk mendapatkan hasil tes ini, pemohon harus melakukan administrasi terlebih dahulu sebesar Rp 35.00 sekali tes.

Baca juga: Tol Rembang-Pasuruan Bakal Diresmikan Jokowi Hari ini!

Terkait Tes psikologi tersebut, berikut kami berikan alasan kenapa tes ini memang sangat perlu dilakukan bagi pemilik SIM.

WAJIB BACA :  Jangan Lupa, Perpanjang SIM A dan C Gratis di Hari Kartini
Copyright©Kompas

Amanat UU LLAJ

Kompol Fahri Siregar, selaku Kasi SIM Ditlantas Polda Metro Jaya mengatakan jika penerapan tes psikologi ini sudah di atur dalam Pasal 81 Ayat (4) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dan sebagaimana yang dituangkan dalam Pasal 36 Peraturan Kapolri Nomor 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.

Baca juga: Usai Lebaran PT KAI Siapkan Tiket Promo Kereta, Berikut Tarifnya!

Kerap terjadi kecelakaan

Fahri juga menambahkan, adanya Tes Psikologi Pemohon SIM baru tersebut ada kaitanya dengan kecelakaan. Dimana masalah Psikologis yang dialami oleh pengendara sering kali membahayakan orang lain. Dari data yang telah dihimpun, cukup banyak sekalai kasus kecelakaan yang disebabkan oleh kondisi psikologis dari pengemudi.

WAJIB BACA :  Mulai 25 Juni, Pemohon SIM Pribadi Wajib Lakukan Tes Psikologi!

Cegah Kecelakaan

Melalui Tes psikologi ini, Pemohon SIM akan dinilai dari beberapa aspek, mulai dari kemampuan konsentrasi, pengendalian diri, kecermatan, kemampuan penyesuaian diri, ketahanan kerja, dan kestabilan emosi. Serangkaian pemeriksaan tersebut nanti akan bisa mengetahui kondisi psikologi dari pemegang SIM.

Menghadirkan Rasa Aman Pada Pengemudi Lain

Lia Sutisna, Psikolog dari Asosiasi Psikologii Forensik Indonesia mengatakan, jika mengemudi tak hanya membutuhkan kemampuan teknis saja. Namun diperlukan juga tingkah laku pengemudi yang aman dan bertanggung jawab, sehingga tidak menimbulkan resiko bahaya bagi pengemudi lain. Dengan adanya tes psikologi pada Pemohon SIM baru, diharapkan bisa memberikan rasa aman bagi pengendara lain.

Baca juga: Mulai 25 Juni, Pemohon SIM Pribadi Wajib Lakukan Tes Psikologi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here