Kejutan yang Terjadi di Pilgub Jabar dan Pilgub Jateng

0
556
Gerindra Klaim Sudrajat Ahmad Syaikhu Menang Pilkada Jawa Barat 2018
Gerindra Klaim Sudrajat Ahmad Syaikhu Menang Pilkada Jawa Barat 2018 Copyright©Kompas

Kejutan di Pilgub Jabar dan Jateng

Indowarta.com – Diketahui sebelunya, hingga sepekan menjelang hari pencoblosan, sejumlah lembaga survei menyebutkan bahwa elektabilitas calo gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Barat Sudrajat dan Ahmad Syaikhu (ASYIK) berada di posisi buncit. Namun Sudrajat tetap menyikapinya dengan santai mesi perolehan suara diperkirakan di bawah 10 Persen.

Baca Juga: Lagi-Lagi, Prabowo Sebut Kekayaan Indonesia Hanya Dinikmati Segelintir Orang

Dirinya berkeyakinan sama dengan mantan gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Bahwa Bumi Pasundan adalah kuburan bagi surveyor dan lembaga survei.

Beberapa jam menjelang pencoblosan ditutup, hasil Pilkada Jawa Barat sungguh mengejutkan. Ramalan sejumlah lembaga survei tersebut soal elektabilitas yang dipublikasikan sebelumnya meleset hampir semuanya.

WAJIB BACA :  Bagaimana Nasib Ridwan Kamil Usai Minus Golkar di Pilgub Jabar?

Pasangan ASYIK yang diusung Partai Gerindra dan PKS dalam hitung cepat yang dikutip dari infopemilu.kpu.go.id sampai pukul 18.45 WIB, Jumat (29/6/2018) mendapatkan 28.45% (5.906.216 suara). Duet ini juga mengalahkan pasangan Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi (Demokrat – Partai Golkar) yang dalam beberapa survei lembaga elektabilitasnya selalu tertinggi.

Direktur Pusat Kajian Politik FISIP UI Aditya Perdana menyebut ketokohan pasangan calon dan gerak mesin partai serta relawan sangat mempengaruhi mobilisasi suara pemilih. “Duet ASYIK memiliki mesin partai yang militan dan solid sehingga mampu meraih suara yang signifikan,” kata Aditya dalam keterangan tertulis, Jumat (29/6/2018).

Baca Juga: Mendagri Akan Tetap Lantik Bupati Tulungagung Meski Ditahan KPK

WAJIB BACA :  Demokrat Akan Antarkan Ganjar dan Gus Yasin daftar Pilgub Jateng Hari Ini!

Hal yang senada juga dialami oleh Pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah di Jawa Tengah, sama-sama diusung Gerindra dan PKB. Di awalnya, popularitas keduanya bahkan tidak sampai lima persen.

Dalam tempo tiga bulan, bergerak hingga 20-an persen, sedangkan petahana Ganjar Pranowo angkanya digambarkan sangat digdaya, sekitar 70-an persen. Tapi di hari pencoblosan, Sudirman ternyata meraih lebih dari 40 persen, dan Ganjar cuma 50-an persen.

Baca Juga: Gerindra Bantah Alami Kekalahan dalam Sejumlah Pilkada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here