Harga Terbaru BBM Non-Subsidi Mulai Juli 2018, Pertamax Naik Rp 600

0
1292
harga BBM

Harga BBM Terbaru Per Juli 2018

Indowarta.com PT Pertamina (Persero) kembali merilis harga baru jenis bahan bakar minya (BBM) non-subsidi yang berlaku mulai Minggu 1 Juli 2018 kemarin. Jenis BBM yang mengalami kenaikan harga salah satunya adalah Pertamax.

Baca Juga: Setelah Diuji Coba Sebulan, Beras Sachet 200 Gram Akan Segera Dijual

Berdasarkan daftar harga terbaru yang dirilis oleh Pertamina, harga Pertamax di wilayah Pulau Jawad an Bali yang sebelumnya Rp 8.900 per liter naik Rp 600 menjadi Rp 9500 Per liternya.

Harga Pertamax Rp 9500 ini juga diterapkan untuk wilayah NTB, NTT, Aceh, Sumatera utara, Sumatera Barat, Bengkulu. Sementara untuk provinsi Riau, Pertaman naik menjadi Rp 9900 Per Liter.

Adapun di Provinsi Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Papua dan papua Barat, Pertamaz menjadi seharga Rp 9700 Per Liter.

Baca Juga: Coblosan Pilkada Diusulkan Libur Nasional, Begini Kata KPU

Informasi mengenai daftar harga terbaru BBM non-subsidi per 1 Juli 2018 ini dapat dilihat melalui laman resmi Pertamina. Selain Pertamax dan Pertamax Turbo, harga BBM jenis Dexlite dan Pertamina Dex serta solar dan minyak tanah non-subsidi juga mengalami perubahan di beberapa wilayah.

Kenaikan harga BBM Non-Subsisdi ini telah diprediksi akan berpeluang kembali. Direktur Eksekutif Institute For Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa pada Februari lalu mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi cadangan minyak di pasar yang semakin menipis.

“Kalau OPEC [Organization of the Petroleum Exporting Countries/Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi] enggak menaikkan produksinya, maka saya kira harganya bisa bergerak naik, karena OPEC mematok produksi minyaknya enggak naik,” ujar Fabby kepada Tirto.

Baca Juga: Prabowo Sebut Utang RI Berbahaya, Ini Data dan Tanggapannya Para Menteri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here