Komisi 1 DPR Mendukung Pemblokiran Aplikasi Tik Tok

0
326
Tik Tok Indonesia
Tik Tok Indonesia Copyright©Detik

Pemblokiran Aplikasi Tik Tok

Indowarta.com Komisi 1 DPR mendukung keputusan Kominfo soal memblokir aplikasi Tik Tok. Wakil Ketua Komisi 1 Satya Widya Yudha menyebutkan bahwa pemblokiran tersebut diperlukan tidak hanya untuk mengantisipasi penyebaran konten pornografi, namun juga penghinaan agama.

Baca Juga:Langkah Bawaslu Dalam Perangi Hoax dalam Pilkada 2018!

“Kita mendukung penuh pemblokiran tersebut terutama untuk paltform yang memang melecehkan, baik itu ada pornografi, terus untuk pencederaan agama. Kita tidak menginginkan platform dari aplikasi yang bisa memecah belah bangsa,” kata Satya saat dimintai tanggapan, Selasa (3/7/2018

Menurut Satya, pemblokiran Tik Tok ini hanya bersifat sementara. Karena itu, Komisi1 mendorong Kominfo untuk menyeleksi kembali konten-konten yang tersebar melalui Tik Tok dan Aplikasi Lainnya.

“Semuanya kan sifatnya tidak permanen, ya. Mengapa tidak permanen? Karena ini memang menyangkut konten aplikasi. Jadi, aplikasi-aplikasi yang masuk ke situ harus terseleksi dengan baik dan ini berlaku bukan hanya untuk Tik Tok,” terang Satya.

Baca Juga: Dinas Kominfo DKI Sudah Pilih Video Rapim yang Diunggah Ke Youtube!

Politikus Golkar ini menuturkan konten-konten negative yang ada di aplikasi layaknya Tik Tok dapat juga mengarah kepada kejahatan siber. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi Kominfo harus bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negera (BSSN)

“Jujur saja lah kita belum canggih. Makanya kan kita minta cyber crime itu bekerja dengan baik. Ini kan sebetulnya bisa menimbulkan aktivitas kriminal. Bisa sampai ke sana. Makanya BSSN itu juga harus tanggap. Karena institusi itu kan dibentuk untuk hal-hal seperti ini,” terang eks pimpinan Komisi VII itu.

Baca Juga: Kesiapan Mesin Sensor Pornografi Senilai Rp 211 Miliar!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here