Lagi, Orangutan Kembali Ditemukan Tewas dengan 7 Peluru dan Luka Sayat !

0
401
orangutan
orangutan Copyright©mongabay

Kembali Ditemukan Orangutan Tewas dengan 7 Peluru dan Luka Sayatan !

Indowarta.com – Bangkai dari seekor orangutan (Pongo Pygmaeus) yang bernama Baen, umur 20 tahun, yang ditemukan terendam air dengan terdapat sejumlah luka sayatan serta tujuh peluru yang bersarang ditubuhnya berada di Desa Tanjung Hanau, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Baca Juga : Berita Terkini: 3 Orang Ini Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Orangutan !

Dimana orangutan yang berkelamin jantan tersebut merupakan hasil translokasi Orangutan Foundation International (OFI) empat tahun yang lalu. Field Director OFI Fajar Dewanto yang menyatakan ia mendapat laporan dari Dody Kurniawan, selaku petugas Resor Telaga Pulang Balai Taman Nasional Tanjung Putting, mengenai tewasnya Baen.

orangutan
orangutan Copyright©metrotvnews

Dody yang mendapat laporan dari karyawan PT Wana Sawit Subur Lestari II yang menemukan bangkai orangutan yang mengambang dan sudah membusuk di kalan air blok Q45 Elang Estate Kebun 5 Afdeling 19, Tanjung Hanau. “Setelah mendapatkan laporan itu kami langsung mengirimkan tim dari Palangka Bun untuk melakukan pengecekan,” kata Fajar, Rabu, 4 Juli 2018.

Berdasarkan hasil identifikasi, Fajar yang menjelaskan kematian dari Baen tersebut selain adanya tujuh peluru yang bersarang ditubuhnya, juga disebabkan luka benda tajam di sejumlah tubuhnya, termasuk kaki. Dimana terdapat bekas ikatan dipergelangan kaki. Bahkan satu dari jari tangannya yang juga hilang terpotong.

Baca Juga : Berita Terkini: Polisi Siap Bantu BBKSDA Ungkap Motif Kematian Harimau Sumatra!

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Adib Gunawan yang menyatakan telah melakukan koordinasi dengan polres Seruyan guna memastikan penyebab dari kematian orangutan tersebut. “Otopsi sudah dilakukan dan kita nanti tunggu hasilnya. Penyebab kematiannya kemungkinan akibat tindak kekerasan sekitar dua minggu lalu,” katanya.

Berdasrakan keterangan Adib, kasus pembantaian orangutan tersebut dinilai sudah sering terjadi. Dimana kasus yang sama, ungkap dia, pernah terjadi pada tanggal 15 Januari 2018. Kala itu dua warga berasal dari Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan yang dengan sadis menghabisi nyawa orangutan dengan 16 peluru senapan angin dan kemudian membacoknya. Sehingga tuuh dari primata yang dilindungi tersebut yang ditemukan mengapung di Sungai Barito.

Baca Juga : Viral Video Hewan Taman Safari dicekoki Miras!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here