Cerita Buaya Pon-Pon yang Doyan Pijat dan Nangis saat Dievakuasi !

0
569
Copyright©detik

Unik, Buaya Pon-Pon yang Doyan Pijat dan Nangis saat Dipindah !

Indowarta.com – Dinilai berbahaya, seekor buaya muara yang telah dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dari rumah seorang warga di Kelurahan Lumpur, Kabupaten Gresik, Selasa (10/7/2018) lalu. Tetapi sebetulnya buaya ini bukanlah buaya liar. Disebabkan sering lepas, maka sang pemiliki Andiyas (55) yang terpaksa merelakan buaya ini untuk dibawa oleh BKSDA.

Baca Juga : Peristiwa Warga Terpapar Gas Beracun Gunung Ijen Diluar Dugaan Sebelumnya

Dimana seekor buaya dengan berat 100 kg dan panjang 2,5 meter tersebut sebetulnya bukan buaya liar, namun sudah diellihara sejak masih kecil oleh Andiyas. Andiyas mengaku Pon-Pon sudah dipelihara sejak lima tahun lalu.

Copyright©detik

“Buaya ini sejak kecil telah saya pelihara, namanya Pon-Pon. Sekarang sudah tumbuh dewasa. Dulu nemunya di tambak dekat sini. Setiap empat hari sekali selalu saya kasih satu ekor ayam,” kata Adiyas.

Pon-Pon berjenis kelamin prempuan. Andiyas menceritakan kenapa ia memberi nama, supaya bisa akrab dengan hewan peliharaannya itu. “Saya memberi nama itu juga agar lebih mudah saat memberi makan. Awal tidak merespons ketika saya panggil Pon-pon. Tapi lama kelamaan akhirnya mau saya panggil saat saya kasih makan,” ujar Andiyas saat ditemui detikcom, Rabu (11/7/2018).

Nama Pon-Pon yang diberikan sebab buaya ini yang ditemukan pada pasaran hari Jawa Pon. “Kenapa saya beri nama Pon-pon. Karena saya dulu nangkapnya pada pasaran hari Jawa Pon,” lanjutnya. Andiyas mengaku, buaya itu ditemukan di sebuah tambak di sekitar rumahnya. Kala itu ukuran Pon-Pon yang baru sepanjang 50 cm sehingga dikira biawak.

Karena banyak warga mengeluh ikan di tambak banyak yang dimakan biawak. Awalnya saya kira itu biawak. Tapi ekornya berbeda motifnya,” ungkap Andiyas. Setelah sampai rumah, Andiyas yang meletakkan di dalam sebuah gentong besar dan memberinya maka. Setelah tumbuh besar, Pon-Pon yang dipindahkan ke sebuah kolam air yang khusus untuknya dibelakang rumah Andiyas.

Baca Juga : Ramalan 2018, 2 Peristiwa Besar Akan Terjadi Sampai Mengubah Dunia!

Andiyas yang memelihara Pon-Pon bukan tanpa alasan. Ia mengaku jika ini ada kaitannya dengan leluhurnya. “Alasan saya memeliara Pon-pon adalah karena leluhur kami, Mbah Sindujoyo, yang mitosnya pernah menolong seekor buaya,” ujar Andiyas. Andiyas yang menyatakan cerita yang ia dengar dari Mbah Sindujoyo yang sebagai orang perintis atau babat alas kawasan Kroman yang kini menjadi kawasan Lumpur, Sindujoyo dan Kroman itu.

Menurut cerita, Ketika mencari ikan, Mbah Sindujoyo yang pernah menolong seekor anak buaya yang terjepit akar bakau. Dan ternyata anak buaya tersebut adalah anak buaya peliharaan seorang kiaia di madura. “Ya sudah, saya nurut mbah saja, saya peliharalah Pon-pon,” kata Andiyas.

Andiyas yang mengaku, jika buayanya itu suka dipijat. “Saya masih teringat betul jika Pon-Pon suka dipijat di bagian lehernya,” ungkapnya.

Baca Juga : Peristiwa yang Memicu Munculnya Nota Larangan Foto Di Depan Ka’bah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here