Peringati Hari Bhayangkara, Jokowi Himbau Hapus Budaya Koruptif Polri !

0
858
Copyright©Suratkabar

HUT Bhayangkara, Jokowi Tegaskan Berikan Kepercayaan Tanpa adanya Korupsi !

Indowarta.com – Memperingati Hari Bhayangkara, Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang menghimbau kepada Kepolisian Republik Indonesia atau Polri, untuk lebih meningkatkan kinerjanya supaya lebih dipercaya oleh masyarakat. Salah satunya, kata Jokowi dengan tegas, dengan tidak Korupsi.

Baca Juga : SBY Melihat Cawapres Jokowi dan Prabowo Bakal Ubah Kondisi Politik !

Buang budaya koruptif dan hindari tindakan berlebihan serta tingkatkan kepercayaan publik kepada Polri,” kata Jokowi dalam amanatnya di acara upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-72 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018. Sementara mantan Gubernur DKI Jakarta yang turut menuturkan Polri harus bisa menguatkan solidaritas internal dan profesionalimenya.

WAJIB BACA :  Jokowi Setujui Produksi Mobil Listrik Sampai 20 Persen di Tahun 2025!
Copyright©kompas

Sehingga hal ini mampu menumbuhkan semangat kebersamaan serta mampu menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks. Jokowi yang menegaskan, Polri dituntut juga untuk memperbaiki segala kelemahannya. “Terutama dalam penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” ujarnya.

Jokowi berpesan supaya Polri selalu mengedepankan langkah pencegahan dan tindakan-tindakan humanis dalam kinerjanya. Jokowi menghimbau Polri untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, koordinasi dan komunikasi dengan Tentara Nasional Indonesia serta semua lapisan masyarakat ketika bertugas.

Saya yakin dengan ikhtiar melakukan perbaikan, peningkatan soliditas, dan profesionalisme maka Polri akan menjadi institusi yang semakin dipercaya rakyat dalam menjaga stabilitas, kamtibmas, penegakan hukum, serta pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Jokowi pada peringatan Hari Bhayangkara Polri.

WAJIB BACA :  Jokowi Taken Peraturan Pemerintah Soal Pencairan THR dan Gaji Ke-13!

Baca Juga : Hadiri Acara Ulama Muda Indonesia, Jokowi Didampingi Moeldoko dan Teten !

Di lain sisi, Presiden Joko Widodo yang mewakili umat Islam dunia untuk menerima usmbangan mushaf alquran sulaman terbesar di dunia dari komunitas muslim Cina. Dimana penyerahan tersebut yang dilakukan di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 11 Juli 2018. Adapun melalui Utusan Khusus Presiden untuk berdialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban Din Syamsudin,

Yang mengungkapkan mengenai sosok dibalik pembuatan Alquran sulaman tersebut adalah seorang pengusaha dari Malaysia yang beragama Konghucu yang bernama tan Sri Lee Kim Yew. Menurut Din, Lee merupakan sahabatnya.

Din berucap semula Lee bakal menyerahkan Alquran tersebut kepada umat Islam melalui Raja Arab Saudi, yakni Salman bin Abdul Aziz. Tetapi, ia meminya Lee supaya menyerahkan ke Indonesia sebab statusnya sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Baca Juga : Pengamat Ungkap, Jokowi Bakal Tiru Langkah SBY saat Pilpres 2009 !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here