Rumah Dirut PLN Digeledah KPK, Jusuf Kalla Tanggapi Begini !

0
209
Copyright©okezone

Jusuf Kalla Berkomentar, Setelah Rumah Dirut PLN Digeledah KPK !

Indowarta.com – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang menganggap Direktur Utama PLN (Persero) Sofyan Basir yang terbilang ketat dalam pemilihan kontraktor. Khususnya terkait proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt. Hal tersebut yang diutarakan oleh Jusuf Kalla saat tanggapi penggeledahan rumah pribadi Sofyan oleh KPK

Baca Juga : Politisi Demokrat Tuding Jusuf Kalla Beri Tanda Duet Anies-AHY ?

Terkait pengembangan kasus dugaan suap Wakil Ketua Komiisi VII DPR Eni Maulani Saragih oleh seorang pengusaha soal proyek pembangunan PLTU Riau-1 yang sebagai bagian dari pembangkit listrik 35.000 megawatt. “Saya yakin Sofyan itu mempunyai pengalaman selama ini cukup baik. Malah sangat ketat dalam hal pemilihan kontraktor,” kata Jusuf Kalla di Jakarta, Minggu 15 Juli 2018 malam.

Copyright©okezone

Walaupun begitu, ia juga menghormati penggeledahan yang dilakukan oleh KPK di rumah Sofyan. Dikarenakan itu sebagai bentuk kewenangan lembaga antirasuah. “Itu tentu KPK berwenang,” jelas dia.

Di lain sisi, Jusuf Kalla yang juga menyayangkan atas penggeledahan di rumah Sofyan tersebut yang diekspos begitu terbuka. Karena, Sofyan yang belum dapat dipastikan juga terlibat mengenai kasus dugaan suap tersebut. rumah Sofyan Basyir yang digeledah oleh KPK pada Minggu, 15 Juli 2018. Hal tersebut dilakukan karena pengembangan kasus dugaan suap yang menyeret nama Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih.

Baca Juga : Kritikan Amien Rais Mendapatkan Respon Jusuf Kalla

Penyidik yang telah mengusung beberapa kardus serta koper dari penggeledahan itu tak luput dokumen penting lainnya. Dimana KPK yang menduga Eni Maulani Saragih yang telah menerima suap sebanyak 4,8 miliar secara bertahap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Kotjo. Adapun uang itu yang digunakan untuk melancarkan proses jalannya penandatanganan kerjasama mengeni proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Disamping Eni, Johannes Kotjo juga resmi menjadi tersangkan yang telah ditetapkan oleh KPK. Kini keduanyan telah mendekam di rumah tahanan milik lembaga antirausah. Eni yang disebut sebagai pihak penerima suap yang dijerat dengan Pasal 12 a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55  ayat (1) KUHP juncto 64 Ayat (1) KUHP.

Sedangkan untuk Johannes yang diperkirakan sebagai pemberi yang dijerat dengan Pasal 5 Ayat (1) atau b Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dibuah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Baca Juga : PDIP Kaji Kemungkinan Jusuf Kalla Jadi Cawapres Bersama Jokowi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here