Sandi Minta Sopir Ojek Online Tak Demo Saat Asian Game Berlangsung !

0
343
Copyright©cnnindonesia

Saat Asian Game Digelar, Sandi Minta Pengemudi Ojol Tak Demo  !

Indowarta.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno yang meminta kepada pengemudi ojek online untuk membatalkan niatnya untuk melakukan aksi demonstrasi ketika gelaran Asian Games 2018 berlangsung. Sandi yang memohon supara para pengemudi untuk mengesampingkan kepentingan pribadinya saat gelaran kompetisi olahraga Asia itu digelar sampai dengan September nanti.

Baca Juga : Sandiaga Uno Tak Ingin Zohri Dibawa-bawa ke Ranah Politik !

Mari sampingkan kepentingan pribadi kita demi kepentingan bangsa dan negara. Jangan demo,” kata Sandiaga di Balai Kota, Jakarta, Jumat malam (20/7). Sandi yang mengaku masih belum bertemu dengan pihak pengemudi maupun perusahaan yang menjadi mitra kerja pengemudi yang berbasis daring itu. Ia menjelaskan,

WAJIB BACA :  Mengejutkan, Sandiaga Uno Mengaku Tak Kenal dengan Keluarga Uno yang Dukung Jokowi !
Copyright©tribunnews

Jika dilihat, pada dasarnya permasalahan tersebut bukan dengan pihak pemerintah provinsi DKI, namun lebih kepada pemeritah pusat. “Belum bertemu [dengan perwakilan pengemudi ojek online]. Itu kan sebenarnya dipegang pemerintah pusat ya soal ini,” kata Sandi. Walaupun begitu, Sandi yang mengaku tidak keberatan apabila dia diminta untuk turut menjembatai aspirasi para pengemudi yang mau berdemo.

Ya saya tidak keberatan, lagi pula ini kan akan menghadapi Asian Games,” katanya.

Oleh sebab itu, Sandiaga Uno yang meminta kepada semua pihak untuk dapat bersatu demi terwujudnya Asian Games 2018 supaya dapat berjalan dengan mulus.

Sama-sama kita bersatu untuk bergandengan tangan memastikan Asian Games ini menjadi Asian Games yang sangat bersejarah dan memorable. Bukan hanya untuk warga Jakarta, tapi juga seluruh rakyat Indonesia dan untuk tamu-tamu,” tuturnya.

WAJIB BACA :  Berita Terkini : Anies Baswedan Jenguk Bayi Relawan Bernama AniesSandi, Ini Tanggapannya!

Di sisi lain, Sandi yang menyebut bakal mencetak 40 ribu rim atau setara 20 juta lembar brosur sebagai media sosialisasi.

Baca Juga : AHY atau Sandiaga Uno, Siapa yang Dipilih Probowo?

Kebijakan ini hingga saat ini sudah mencapai 40 ribu rim brosur dan telah dipasang spanduk-spanduk sosialisasi di 30 titik sekitar koridor perluasan ganjil genap,” kata Sandi saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Kamis (19/4).

Dia ingin supaya sosialisasi melalui media massa, khususnya kepada stasiun televisi. Sandi meminta kepada semua jajaran birokrat untuk turut mempromosikan kebijakan ini melalui media sosial.

Ke depan tentu jajaran Polda, Pemprov, harus lebih interaktif lagi di media digital melalui konten media sosial kedinasan maupun akun pribadi agar masyarakat lebih mengenal ganjil genap,” ucapnya.

Baca Juga : Sandiaga Uno Sebut Tidak Akan Ada Takbiran di Monas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here