Dirjen PAS Sita Rp102 Juta Hasil Razia di Lapas Sukamiskin !

0
425
Copyright©cnnindonesia

KPK Tetapkan 4 Tersangka di Lapas Sukamiskin !

Indowarta.com – Inspeksi dadakan atau sidak terhadap Lapas Sukamiskin, Bandung yang telah menemukan uang tunai sejumlah Rp102 juta yang disita dari beberapa kamar tahanan. Dimana Ditjen Pemasyarakatan (PAS) Kementerian Hukum dan HAM bersama dengan satuan tugas keamanan dan ketertiban Jawa Barat yang mengadakan penggeledahan disejumlah fasilitas istimewa yang berada di dalam Lapas Sukamiskin, Bandung, Minggu (22/7) malam.

Baca Juga : Rumah Dirut PLN Digeledah KPK, Jusuf Kalla Tanggapi Begini !

Dalam razia tersebut diusung guna menindaklanjuti temuan KPK mengenai jual beli fasilitas yang menyeret Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Huserin yang menjadi tersangka. Dirjen PAS Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami yang mengaku jika terdapat ratusan barang yang telah disita oleh pihaknya selama penggeledahan.

WAJIB BACA :  Setya Novanto Lawan KPK Ajukan Praperadilan!
Copyright©cnnindonesia

Dimana salah satunya terdapat uang tunai dari narapidana. “Uang tunai ada Rp 102 juta. Menurut info dari satgas, Rp 102 juta. Masing-masing ada labelnya,” kata Sri. Uang tersebut yang salah satunya ditemukan dari kamar lapas napi yang bernama Ahmad Kuncoro sebesra Rp 5,5 juta. “Nanti ditata, diregister. Uang-uang itu akan kita serahkan kembali kepada keluarga,” ujarnya.

Sri yang menjelaskan, uang tunai tersebut tidak diperkenankan untuk beredar di dalam lapas. Diduga uang tersebut digunakan oleh napi untuk membeli keperluan sehari-hari. “Ada koperasi untuk penghuni lapas membeli kebutuhan tambahan di luar makanan yang disediakan lapas seperti sedap-sedapan, rokok, snack, dan mi instan,” ungkap Sri.

WAJIB BACA :  Jusuf Kalla Sebut Evaluasi Kinerja KPK Adalah Hal yang Wajar!

Baca Juga : Seruan Potong Tangan untuk Gubernur Aceh yang Diciduk KPK !

Sementara, ungkap Sri, pihak Ditjen PAS yang bakal menyediakan sarana baru tanpa dipungut uang. “Kita siapkan satu sarana yang tidak menggunakan uang fisik,” ujarnya, tanpa merinci jenis sarana itu. Sri yang baru saja menjabat sekitar empat bulan tersebut mengatakan bakal menata lapas-lapas diseluruh Indonesia.

Saya baru menjabat dari bulan Mei dan inilah yang sudah dilakukan teman-teman sekalian. Malam ini seluruh Indonesia atas instruksi menkumham untuk dilakukan penataan, kembali ke standar yang diharuskan,” jelasnya.

Ia menuturkan, setiap napi telah mendapat jatah makan dan minum sehari Rp 15 ribu dengan pola tiga kali makan sehari. “Ini sudah kita usulkan soal jatah makan. Tapi sekali lagi fokus ada yang prioritas,” katanya.

Baca Juga : Mendagri Akan Tetap Lantik Bupati Tulungagung Meski Ditahan KPK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here