Jika MK Kabulkan soal Cawapres, maka Regenerasi Pemimpin makin Sempit !

0
372
Copyright©cnnindonesia

MK Bakal Persempit Regenerasi Pemimpin Jika soal Cawapres Dikabulkan !

Indowarta.com – Pengamat hukum tata negara universitas Andalas Feri Amsari yang menyatakan terdua akibat fatal jika Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan uji materi terhada pasa 169 huruf N Undang-Undang Pemilu Nomor 7 tahun 2017. Untuk akibat yang pertama, Ferti menjelaskan pengabulan dari MK bakal memilki dampak kepada seluruh lembaga yang ada dalam pemerintahan yang lain.

Baca Juga : Jusuf Kalla Ingatkan Jokowi, Untuk Tambah Suara 15% di Pilpres 2019 !

“Hampir semua (lembaga negara), termasuk MK, kalau keputusan itu mengabulkan, maka banyak pimpinan lembaga mengikuti pak JK. Semua ikut-ikutan,” kata Feri dalam sebuah kegiatan diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/7).

WAJIB BACA :  Jusuf Kalla Ungkap 2 Sandungan Jika Pemindahan Ibu Kota Akan Tetap Dilakukan!

Disamping itu, dampak kedua jika dikabulkan uji materi tersebut, mengenai kaderisasi kepada golongan muda dalam kepemimpinan nasional. Feri menilai hal tersebut secara tidak langsung melanggengkan golongan tua dalam memimpin negara, tak memberikan ruang kepada golongan muda untuk berpartisipasi.

Jusuf Kalla
Copyright ©tribunnews

“Sirkulasi politik harus ada. Dalam konsep ketatanegaran, supaya sirkulasi politik tidak busuk maka potensi anak muda dibuka. Bagi saya, JK dan Perindo menolak sirkulasi apabila mengajukan uji materi tersebut,” kata Feri.

Feri yang melihat Jusuf Kalla harus dapat melanjutkan tradisi sistem pemerintahan presidensial sebagai guru bangsa, yang artinya bukan lagi menjadi cawapres. Jusuf Kalla yang dirasa lebih pantas menjadi guru bangsa sebab mampu menyatukan persepsi anak muda kepada negara.

WAJIB BACA :  Ketika Presiden Jokowi Cerita Soal Kepribadian Jusuf Kalla dan Mufidah!

Jadi enggak tepat yang punya potensi guru bangsa mengambil atau memaksakan diri menumbangkan peraturan konstitusi dengan menjadi pihak terkait masa jabatan,” kata Feri.

Baca Juga : Rumah Dirut PLN Digeledah KPK, Jusuf Kalla Tanggapi Begini !

Jusuf Kalla merupakan pihak terkait dalam uji materai UU Pemilu yang diajukan oleh Partai Perindo pada pertengahan Juli lalu. Dimana pengajuan Jusuf Kalla menjadi pihak terkait tersebut yang diajukan oleh kuasa hkum sang wapres, yakni Irman Putrasiddin. Sebelumnya, Perindo menggugat Pasal 169 huruf n UU Pemilu yang menyebutkan

bahwa capres-cawapres bukan orang yang pernah menjadi presiden atau wapres sebanyak dua kali dalam masa jabatan. Adapun Pasat tersebut yang dianggap oleh Jusuf Kalla menghalangi langkahnya untuk maju kembali sebagai cawapres pada Pemilihan Presiden 2019. Karena, Jusuf Kalla yang sudah pernah menjabat sebagai wapres pada 2004-2009 saat mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono dan wapres Joko Widodo sejak 2014 hingga tahun depan.

Baca Juga : Politisi Demokrat Tuding Jusuf Kalla Beri Tanda Duet Anies-AHY ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here