Kalau Tidak Jadi Cawapres, Jusuf Kalla Belum Tentu Dukung Jokowi !

0
561
Copyright©kompas

Jika Tak Jadi Cawapres, Jusuf Kalla Lebih Pilih Netral !

Indowarta.com – Rencana Jusuf Kalla guna mendampingi Joko Widodo sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019 bisa saja gagal, apabila Mahkamah Konstitusi yang tidak mengabulkan uji materi Pasal 169 huruf N undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 mengenai Pemilihan Umum. Apabila hal tersebut terjadi, lantas ke arah manakah dukungan Jusuf Kalla jika ia tidak menjadi cawapres bagi Jokowi  ?

Baca Juga : Usai Pertemuan, Jusuf Kalla Mengaku Tak Mengetahui nama Cawapres Jokowi !

“Ah, kita belum tahu, nanti kita lihat siapa calon yang ada,” ujar Kalla dalam wawancara khusus dengan Rosiana Silalahi yang tayang di Kompas TV, Kamis (26/7/2018) malam.

WAJIB BACA :  AHY Disebut Bakal Jadi Cawapres, Lantas Apa Kata Prabowo ?

Rosi yang lantas bertanya mengenai kemungkinan Kalla tidak “satu perahu” lagi dengan Presiden Jokowi. Kalla menjawab, “Artinya kalau saya seperahu, maknanya bersama-sama (capres dan cawapres). Ya (kalau tidak seperahu) pasti tidak sama-sama lagi kan. Karena beliau tentu dengan pasangan lain.”

Copyright©detik

Lantas soal jawaban selanjutnya, Kalla yang sempat melemparkan pernyataan untuk memilih netral jika tidak menjadi cawapres Jokowi lagi. “Saya akan netral. Saya akan…” ia tidak melanjutkan pernyataannya.

Rosi yang menyatakan pertanyannya kembali, “Bapak akan netral?”

Kalla menjawab, “Artinya ya, tentu tergantung siapa calonnya. Kita kan belum tahu. Kalau memang calonnya sesuai dengan pikiran saya, saya akan mendukung itu.”

WAJIB BACA :  Hasil Real Count Prabowo Menang 62 Persen, Sandi Justru Menghilang ?

Ia yang kembali menegaskan, jika cawapres Jokowi nanti tak sesuai dengan preferensi politiknya, maka ia lebih memilih untuk tidak mendukung Jokowi, juga tidak kontra Jokowi. Artinya, jusuf Kalla yang lebih memilih netral.

Baca Juga : Jusuf Kalla Ingatkan Jokowi, Untuk Tambah Suara 15% di Pilpres 2019 !

Sementara kriteria kandidat Jokowi yang bakal didukung oleh Kalla yaitu mempunyai krakter yang baik, serta tak mempunyai cela masa lalu, yang artinya tidak mempunya persoalan masalah hukum dan juga memiliki pengetahuan yang baik dalam hal yang mampu mengembangkan roda ekonomi Indonesia. Kalla yang turut mendukung sosok yang diusulkan oleh seluruh kelompok masyarakat di Indonesia.

WAJIB BACA :  Ketua Golkar Akan Jadi Penentu Kemenangan Jokowi di Pilpres 2019?

Tetapi hanya saja, Kalla yang masih enggan untuk membeberkan nama dibalik sosok yang ia maksud tersebut. “Saya tidak mau berandai-andai. Nanti kalau berandai-andai, menyinggung lagi salah satu pihak lagi. Menjadi masalah lagi,” ujar Kalla.

Perindo yang mengugat syarat untuk menjadi presiden dan wapres dalam pasal 169 huruf n UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Menurut Perindo, pasal tersebut yang bertentangan dengan Pasal 7 UUD 1945. Dimana Perindo yang meminta aturan yang membatasi masa jabatan presiden dan wapres maksimal dua periode yang hanya berlaku jika presiden dan wapres tersebut menjabat secara berturut-turut.

Baca Juga : Rumah Dirut PLN Digeledah KPK, Jusuf Kalla Tanggapi Begini !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here