Fahri Hamzah Sebut Pemilu 2019 Lahan Pembantaian Partai Kecil dan Menengah !

0
408
Copyright©kompas

Fahri Hamzah Duga Pemilu 2019 Ajang Pembantaian Partai Kecil dan Menengah !

Indowarta.com – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang memperkirakan partai-partai menengah dan kecil yang dapat terpuruk dan kalah bersaing pada Pilpres 2019.

Orang lupa bahwa pemilu 2019 itu adalah ladang pembantaian bagi partai kecil dan menengah. Itu sadis, nanti partai habis tuh,” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (30/7/2018).

Baca Juga : KPU Resmi Larang Eks Napi Korupsi Jadi Caleg dalam Pemilu 2019 Nanti

Menurutnya, pemilihan presiden dan anggota legislatif yang bakal berlangsung secara serentak itu sehingga membuat partai harus berlomba-lomba guna menaikkan popularitasnya di mata pemilih. Salah satunya yakni memperjuangkan kader internal mereka guna maju di Pilpres 2019. Sejauh ini, ungkap Fahri, kalau partai yang tidak memiliki perwakilan di bursa Pilpres, maka partai tersebut bakal rugi.

WAJIB BACA :  Rentan di Retas, KPU Sebut Setiap Hari Ratusan Hacker Menyerang!
Pengambilan Nomor Urut Pemilu
Copyright©Twitter/KPU_ID

“Karena ada riset, yang konsisten siapa yang punya calon. Dia mendapat limpahan suara dari popularitas kandidat, itulah semua partai mengejar keterwakilan. Saya kira itu bisa dimengerti,” katanya. Ia menilai publik yang kini bakal memiliki partai yang bergantung pada preferensi capres dan cawapres yang bakal diusungnya.

Kondisi ini yang membuat publik tidak dapat mendalami lebih jauh mengenai partai dan calon legislatif yang dibawanya. “Kira-kira begini ini ada pemilihan 575 anggota DPR, ribuan anggota DPRD dan DPD versus dua atau tiga pasangan (Pilpres 2019). Kira-kira perhatian orang kemana? Perhatian orang ke presidennya ke wapresnya,” kata Fahri.

Baca Juga : Mengejutkan, Mantan Penyanyi Cilik ini Ikut ‘Nyaleg’ di Pemilu 2019!

Fahri menyebut, jika tidak ada perwakilan dari partai dalam bursa Pilpres 2019, maka bakal berdampak buruk pada perolehan suara dan popularitas partai. “Bayangkan kalau di situ tidak ada cermin dari partai politik maka partai itu bisa hilang kalau enggak jadi,” katanya.

WAJIB BACA :  Amien Rais Sebut Istilah People Power sama dengan Jihad ?

Ia memberikan contoh, seperti PDI-P dan Gerindra yang bakal jauh lebih unggul ketimbang dengan partai yang lain. Karena, keduanyan yang mempunyai figur kuat yang dibawanya, yakni Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Kuatnya pimpinan itu yang mampu mendongkark perolehan suara dan popularitas partai.

Tetapi, hal tersebut yang dinilai tidak berlaku bagi partai lain. “Bisa-bisa Hanura, PPP hilang, enggak tahu kalau Nasdem. Yang sisa itu Golkar jatuh, satu lagi PKB,” katanya. “Sebelah sini (oposisi) juga begitu PKS, PAN, Gerindra, Demokrat kalau yang enggak punya kandidat bisa hilang apalagi partai baru,” katanya.

Baca Juga : Gerindra Sebut Prabowo Belum Putuskan Nyapres di Pemilu 2019!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here