BMKG Himbau Masyarakat tetap Waspada Gelombang Tinggi di Laut Selatan !

0
6164
Copyright©okezone

BMKG Minta Masyarakat di Laut Selatan, Waspada Gelombang Tinggi !

Indowarta.com – Kasus tenggelamnya kapal laut yang kembali terjadi. Pada Minggu 29 Juli 2019, dimana Kapal Kayu Berkat Ilahi yang telah tenggelam usai dihantam gelombang tinggi di perairan laut di Torobabula Timur, Desa Nggelu Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sementara Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati yang menyatakan,

Baca Juga : BMKG Sebutkan Gempa Banten Tak Sebabkan Tsunami!

Dari hasil analisa BMKG, kondisi cuaca dan tinggi gelombang untuk saat ini yang terjadi hingga 11.00 kecepatan angin 18-27 km/jam (dalam kategori sedang) dari arah Tenggara. Sedangkan pada kondisi gelombang tinggi saat kejadian hingga pukul 11.00 di sekitar lokasi kecelakaan 3.0 – 4.0 meter (dalam kategori tinggi – sangat tinggi).

WAJIB BACA :  BMKG : Hati-hati, Angin Kencang Masih Intai Yogyakarta !
Angin Kencang
Copyrigth©ilustrasi

Selain itu, Dwikorita yang menjelaskan, jika kondisi cuaca yang tinggi tersebut berdasarkan pantauan satelit cerah berawan di sekitar lokasi kejadian.

“Stasiun Meteorologi Bima telah melakukan berbagai langkah-langkah sebagai salah satu langkah respons terhadap kejadian tenggelamnya kapal Kayu Berkat Ilahi, seperti telah memberi hasil dan desiminasi melalui prakiraan cuaca penyeberangan yang disampaikan secara rutin serta melakukan koordinasi dengan Basarnas untuk melakukan evakuasi korban,” kata Dwikorita dalam keterangannya yang diterima Okezone, Selasa (31/7/2018).

Oleh sebab itu, ia menghimbau kepada para nelayan untuk memperhatian betul-betul cuaca terkait tinggi gelombang di perairan sekitar supaya tidak terjadi kembali kapan tenggelam.

Masyarakat nelayan dan pelaku kegiatan wisata bahari agar memperhatikan tinggi gelombang laut mencapai 2 meter atau lebih di sekitar wilayah Perairan Selatan Bima dan Perairan Samudera Hindia Selatan NTB,” imbau Dwikorita.

WAJIB BACA :  BMKG Sebutkan Gempa Banten Tak Sebabkan Tsunami!

Baca Juga : Ada Supermoon, BMKG Ingatkan Warga Pantura Waspada Rob!

Ia juga menegaskan bagi masyarakat yang tengah menikmati keindahan pantai juga diingatkan akan bahaya “Rip Current” yang merupakan arus kuat air yang berderak menjauh dari pantai sehingga dapat menyapu perenang yang terkuat sekalipun. Tambah dia, Rip / Back Current yang terjasi adanya eprtemuan ombak yang sejajar dengan baris pantai

Yang mengakibatkan terjadinya arus balik dengan kecepatan tinggi sehingga kurang lebih 2 m / detik, tergantung kondisi gelombang, pasang surut dan juga bentuk pantai.

BMKG pun berupaya memberikan peringatan bahaya “Rip Current’ kepada masyarakat melalui media sosial,” pungkasnya.

Baca Juga : BMKG Prediksikan Akan Ada Cuaca Ekstrem 3 Hari Ke Depan di Pulau Jawa!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here