Vaksin MR: Orang tua Ragu sebab Khawatir Palsu dan Tidak Halal ?

0
516
Copyright©bbc

Vaksin MR Dikhawatirkan Palsu dan Tidak Halal, Ini Penjelasannya !

Indowarta.com – Beberapa orang tua yang mengaku tidak bersedia anak mereka diberikan imunisasi campak dan rubella atau MR, dengan alasan jika vaksin tersebut dikhawatirkan palsu atau tidak memiliki sertifikat halal. Dimana kekhawatiran para orangtua tersebut yang muncul dengan berjalannya program imunisasi masal

Baca Juga : Komentar MUI Tentang Sertifikasi Halal Vaksin MR!

Untuk wilayah luar Pulau Jawa yang dimulai pada hari Rabu (01/08). Adapun salah satu orang tua yang menyatakan ragu-ragu untuk mengikuti vaksin MR adalah Linda Sukmawati. Dimana anak ketiganyan yang berusia dua tahun tersebut yang belum mendapatkan imunisasi, yang tidak seperti kedua kakaknya.

WAJIB BACA :  MUI Tegaskan Whiskey Berlabel Halal Adalah Hoax!
Copyright©bbc

Saya malah berpikir, jangan-jangan yang selama ini masuk ke anak saya pun (vaksin) palsu. Jadi ya buat apa juga kalau yang dulu palsu, terus kenapa sekarang saya harus imunisasi?” ujar Linda kepada BBC News Indonesia, Rabu (01/08).selain itu, beberapa orang tua lain yang juga mengaku khawatir mengenai halal tidaknya vaksin MR tersebut.

Dengan adanya hal tersebut, yang mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Riau untuk menghimbau kepada warga Muslim untuk tidak turut serta imunisasi campak dan rubella (MR) yang diadakan kembali oleh pemerintah. Lepas dari itu, Ketua I MUIU Kepulauan Riau, Azhar Hasyim yang memberikan penjelasan

Baca Juga : Perbedaan Vaksin MR dan Vaksin MMR, Begini Penjelasannya!

Himbauan tersebut dikeluarkan sebab vaksin tersebut yang masih belum memliki sertifikasi halal dari MUI pusat. “Belum ada fatwa MUI pusat, vaksin MR itu halal atau haram belum ada fatwanya. Imbauan kepada para gubernur agar menunda dulu sampai keluar surat dari MUI bahwa vaksin itu haram atau halal,” ujar Azhar saat dihubungi sambungan telpon.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Ketua MUI Akhirnya Sebut Keluarkan Fatwa Lantaran Adanya Desakan dalam Sidang Ahok !

Lantas Azhar yang melanjutkan, imbauan tersebut berawal dari banyaknya pertanyaan datang dari masyarakat yang masih bingung mengenai halal atau tidaknya vaksin tersebut, sehingga mereka menjadi ragu-ragu untuk memvaksin anak-anak mereka. “Mereka menanyakan ke MUI, itu halal atau tidak.”

Disamping itu, mereka juga mengharap supaya masyarakat muslim untuk tidak turut serta dalam proses penyuntikan vaksin campak/MR hingga adanya keputusan resmi dari LPPOM-MUI.

Baca Juga : Berisiko, Program Vaksinasi Demam Berdarah Dihentikan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here