Jusuf Kalla Ungkap, Pilpres 2019 Perkirakan Hanya Diikuti 2 Pasangan Calon !

0
3767
Copyright©liputan6

Jusuf Kalla Berkata, Hanya ada 2 Kandidat Pasangan Capres-Cawapres di Pilpres 2019 !

Indowarta.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengatakan hanya akan ada dua kandidat pasangan capres-cawapres di Pilpres 2019. Dimana hal ini yang diucapkan di hadapan peserta business lunch ‘Waspada Ekonomi Indoesia di tahun Politik’ di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat.

Baca Juga : Kalau Tidak Jadi Cawapres, Jusuf Kalla Belum Tentu Dukung Jokowi !

“Yang paling mudah adalah pilpres paling ada nomor satu atau nomor dua. Karena sudah dapat dipastikan ini hampir pasti hanya dua calon, dua pasangan calon,” kata JK di Aryaduta, Kamis (2/8/2018).

Tetapi, proses penghitungan suara pungkas Jusuf Kalla yang terbilang rumit. Sebab itulah perlu dilakukan pengawasan yang kuat. Selain itu, Jusuf Kalla yang berharap kepada Bawaslu dan KPU serta masyarakat yang dapat memantau hal itu.

WAJIB BACA :  Jokowi Sindir Penyewa Konsultan Asing dan Propaganda Rusia !

Kenapa Pilkada kemarin aman karena tidak ada poros nasional, tiap kota tiap provinsi pasangan-pasangannya berbeda-beda sehingga tidak ada yang bisa mengklaim ini lawan siapa, Golkar lawan PDIP ini tidak ada, karena berbeda-beda pasangan ditiap provinsi, itu yang tidak terjadi,” papar JK.

Ini memang karena pilkada tidak ada porosnya, poros apa namanya belum ada, poros 1 poros 2, seperti yang terjadi di pemilu yang akan datang,” imbuh JK.

Baca Juga : Usai Pertemuan, Jusuf Kalla Mengaku Tak Mengetahui nama Cawapres Jokowi !

Disamping itu, korelasi wapres yang menambahkan gelaran pemilu di Indonesia yang tak akan membuat pelemahan terhadap ekonomi. Karena pemilu selalu berjalan dengan lancar, demokratis serta tidak terganggu mengenai keamanannya. Menurutnya, korelasi antara pertumbuhan ekonomi serta kondisi politik

WAJIB BACA :  Peta Kekuatan Jokowi Vs Prabowo Untuk Pilpres 2019!

Jelang pemilu yang tak selamanya adanya dampak negatif. Dimana pada pemilu 2004 silam, pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,14 persen. Sementara pada 2009, ekonomi yang tumbuh lebih rendah yang dikarenakan adanya krisis ekonomi global. Hal yang sama juga terjadi pada 2014, dimana pertumbuah ekonomi yang bisa dikatakan netral ketimbang periode sebelumnya.

Namun sedikit lebih terganggu sebab penurunan harga komoditas dunia. “Pada 2014 turun sedikit tapi lebih netral karena harga komoditas dunia menurun bukan karena pemilu,” papar JK.

Baca Juga : Jusuf Kalla Ingatkan Jokowi, Untuk Tambah Suara 15% di Pilpres 2019 !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here