#2019GantiPresiden Kian Viral di Facebook dan WhatsApp !

0
170
Copyright©cnnindonesia

#2019GantiPresiden Makin Ramai di Facebook dan WhatsApp !

Indowarta.com – Hasil survei Roda Tiga Konsultasi (RTK) yang telah menyatakan gerakan #2019GantiPresiden yang telah ramai di WhatsApp dan Facebook. Sementara untuk Twitter sendiri yang didominasi oleh pihak yang menolak akan gerakan itu. Tetapi, penggunanya lebih sedikit. Sementara Direktur Riset RTK Rikola Fedri

Baca Juga : Viral, Video Imam Shalat Tetap Berdiri Tegak di Lombok, Saat Terjadi Gempa !

Yang mengatakan dimana pengguna media sosial yang kiam ramai mendukung adanya gerakan ini adalah media Facebook dan WhatsApp. “Salurannya yang paling banyak adalah di grup Whatsapp dan pengguna Facebook,” katanya, di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (7/8).

Copyright©cnnindonesia

Dari hasil survei RTK, pengguna WhatsApp merupakan pengguna yang paling banyak mendukung gerakan #2019GantiPresiden. Dimana total pengguna WhatsApp yang mencapai 29,3 persen. Sebanyak 41,9 persen diantaranya telah setuju dengan gerakan ganti Presiden. Sementara untuk tempat kedua yang diduduki oleh masyarakat Facebook.

Total pengguna yang mencapai 28,4 persen. Yakni sebanyak 44,2 persen diantaranya yang juga mendukung gerakan #2019GantiPresiden. “Gerakan masif di dua platform itu. Sehingga ketika dikampanyekan di Twitter banyak yang tidak setuju,” terang dia.

RTK yang telah mencatat jika pengguna Twitter dengan usia pemilih saat ini hanya 5,5 persen. Lepas dari angka itu 43,2 persen yang menyatakan tidak setuju untuk gerakan mengganti presiden. Adapoun survei tersebut yang dilakukan di 34 Provinsi dengan jumlah responden sebanyak 1.610 orang dari tanggal 23 Juli hingga 1 Agustus.

Proses survei yang dilakukan dengan menggunakan metode random sampling yakni dengan margin of error sebesar 2,5 persen. Sementara, inisiator #2019GantiPresiden Mardani Ali Sera yang menyebut gerakannya sebagai gerakan yang paling masif daripada gerakan penantangnya #2019tetapJokowi. Dimaan dia yang menyatakan tren pendukung gerakan ini yang kian meningkat.

Baca Juga : Viral di Medsos, Ini Penjelasan Foto Kali Item oleh Pengunggah !

Kita hampir 6 kali lipat hashtag lebih kuat dari #2019tetapJokowi. Maret-Juni sudah 560 juta capture, sedangkan Pak Jokowi hanya 120 juta,” ujar dia.

Mardani yang menjelaskan gerakan tersebut yang memiliki tujuan untuk mengedukasi masyarakat untuk mengganti Presiden. Namun dia menampik jika gerakan ini termasuk gerakan politik yang mengarah pada satu nama calon pemimpin.

Jadi kita hanya menunjukkan masyarakat soal fenomena yang ada. Kemudian banyak aspirasi juga soal ekonomi. Jadi sambutanya positif juga,” dalihnya, yang merupakan politikus PKS itu.

Baca Juga : Viral, Muslim Asal Jepang Kumpulkan Sampah Ketika Ibadah Haji, Warganet Beri Pujian !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here