PPP Sebut Jokowi Berniat Gandeng Mahfud MD, Namun Tak Direstui Koalisi !

0
2065
Mahfud MD
Copyright ©RMOL

Awalnya Jokowi Berniat Gandeng Mahfud MD, Tetapi Tak Dapat Restu dari Koalisi !

Indowarta.com – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi yang mengemukakan Presiden Joko Widodo yang awalnya memang memilih Mahfud MD sebagai calon wakil presiden sebagai pendampingnya pada Pilpres 2019 nanti. Tetapi, menurut dia keputusan Jokowi yang tidak disetujui oleh mitra koalisi yang lain.

Baca Juga : Prabowo Ingin Bertemu Presiden Jokowi Sebelum Pilpres, Bahas Masalah apa ?

Hal tersebut yang diungkapkan guna merespon ucapan Mahfud MD yang pernah dihubungi oleh beberapa pihak seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy, yang mengatakan dia akan menjadi cawapres Jokowi.

WAJIB BACA :  Reshuffle Kabinet Muncul Karena Partai Di Kabinet Tak Lagi Solid!

Pak Jokowi sebagai calon presiden sudah punya keinginan untuk membawa Pak Mahfud [sebagai cawapres],” kata Baidowi di Posko Pemenangan Jokowi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/8).

Walaupun demikian, Baidowi yang menegaskan jika keputusan akhir mengenai nama cawapres Jokowi yang tidak dapat ditentukan sendiri oleh mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Karena, nama cawapres Jokowi yang harus disetujui berdasarkan kesepakatan bersama antara sembilan parpol pengusung yang turut tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja dan Jokowi sendiri.

Selanjutnya, ia yang mengatakan jika keputusan Ma’ruf Amin menjadi cawapres Jokowi yang baru ditentukan ketika sembilan Ketua Umum Koalisi Indonesia Kerja berkumpul di restaurant Plataran, Menteng sesaat sebelum deklarasi dilakukan.

WAJIB BACA :  Singgung 'Presiden Baru', Bos Bukalapak Akhirnya Minta Maaf ke Pendukung Jokowi !

Tetapi teman-teman dari partai koalisi menyatakan dan menyampaikan usulan yang berbeda. Kalau dikatakan jadi sebuah keputusan, keputusannya ya waktu di Plataran, Menteng itu,” ujarnya.

Baca Juga : Jokowi Mampu Bawa Optimisme Untuk Generasi Milenial

Baidowi yang kemudian menggambarkan perubahan nama cawapres tersebut yakni dengan sebuah rencana pernikahan. Adapun ia yang menganggap keputusan seseorang untuk menikah harus menilai persetujuan keluarga di kedua belah pihak mempelai.

Saya kira hampir sama dengan itu. Pak Jokowi prioritas utama mungkin Pak Mahfud,” kata dia.

Walaupun demikian, Baidowi yang menganggap jika perubahan mengenai nama cawapres pada detik-detik terakhir sebelum diadakan deklarasi itu merupakan hal yang lumrah dan umum dilakukan dalam perpolitikan tanah air. Ia menambahkan dalam pemilu, baik Pilpres ataupun Pilkada pasti terdapat dinamika serta perubahan-perubahan yang tidak pasti di detik-detik akhir masa pendaftaran.

Baca Juga : Dilantik Jokowi Jadi Menteri PAN-RB, Pengganti Syafruddin Sudah Ada?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here