Kerap Dikritik, Jokowi Sebutkan Prestasinya Pada Sektor Ekonomi!

0
1021
Copyright©Okezone

Pemerintahan Jokowi Mampu Mengurangi Angka Kemisikanan dan Pengangguran

Indowarta.com – Presiden Joko Widodo atau kerap disapa dengan Jokowi, telah membeberkan mengenai pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada tahun 2018 ini, serta beberapa dampak positif guna meningkatkan kesejahteraan dari rakyatnya.

Hal itu diungkapkan Presiden RI dalam sebuah pidato kenegaraan HUT ke-73 proklamasi kemerdekaan RI yang diselenggarakan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta pada hari Kamis (16/8/18).

Baca juga: PPP Sebut Jokowi Berniat Gandeng Mahfud MD, Namun Tak Direstui Koalisi !

“Ekonomi kita terus tumbuh di kisaran 5 persen per tahun di tengah ketidakpastian pada ekonomi dunia yang sedang berlangsung,” kata Jokowi dikutip dari laman Kompas.

Copyright©Okezone

Inflasi juga masih bisa dikendalikan, yakni masih berada di kisaran angka 3,5%. Dan bahkan pada bulan Juni 2018 kemarin, pemerintah telah berhasil menekan inflasi hingga pada angka 0,59 persen. Tentu angka tersebut menjadi terendah jika dibandingkan dengan inflasi ketika hari besar keagamaan nasional dalam kurun waktu 7 tahun terakhir ini.

WAJIB BACA :  Politik Subuh Ma’ruf, Kumpulkan Ulama dan Upaya untuk Perkuat Barisan !

“Ini adalah sebuah pencapaian yang luar biasa untuk menjaga daya beli rakyat,” kata Jokowi.

Baca juga: Prabowo Ingin Bertemu Presiden Jokowi Sebelum Pilpres, Bahas Masalah apa ?

Pertumbuhan ekonomi dan juga inflasi yang baik itu telah berdampak positif bagi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Untuk angka pengangguran terbuka diklaim juga telah mengalami penurunan.

Dimana pada bulan Februari 2018 kemarin angka penurunan tinggal 5,13%, dan presentase kemiskinan juga menurun dari awalnya 11,22% pada bulan Maret 2015, kini tinggal mencapai 9,82% pada bulan Maret 2018.

Meskipun sudah mengalami peningkatan, namun pemerintah masih harus terus memberikan jaminan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Caranya ialah dengan memberikan program bantuan sosial.

WAJIB BACA :  Jokowi Diajari Beda Grasi dan Amnesti Terkait Kasus Baiq Nuril !

“Program Keluarga Harapan kita perluas cakupannya dari hanya 2,7 juta keluarga tahun 2014 menjadi hampir 6 juta keluarga penerima manfaat pada tahun 2016 dan akan secara bertahap meningkat hingga 10 juta keluarga penerima pada tahun 2018,” kata Jokowi.

Baca juga: Viral, Pimpinan Kerajaan Ubur-Ubur Ajak Jokowi Cairkan Dana Di Swiss

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here