Gerindra: Gagalnya Mahfud MD jadi Cawapres, Sebab Jokowi Ditekan oleh Koalisi !

0
7543
Copyright©cnnindonesia

Gerindra Bongkar Fakta, Jika Jokowi Ditekan oleh Partai Koalisi !

Indowarta.com – Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade yang menanggapi atas tudingan dugaan mahar Rp500 miliar dari Sandiaga Uno kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) adalah kebohongan alias berita hoaks. Andre yang menyebut fakta yang nyata terjadi

Baca Juga : Kerap Dikritik, Jokowi Sebutkan Prestasinya Pada Sektor Ekonomi!

Adalah perubahan pilihan bakal calon wakil presiden pendamping Presiden Joko Widodo sebab mendapat tekanan dari partai politik pendukng dan kelompok tertentu. Hal tersebut terjadi lantaran Jokowi menggugurkan nama Mahfud MD sebagai pendampingnya dan lebih memilih Ketua MUI yang sekaligus Rais Aam PBNU Ma’ruf Amin pada detik akhir.

WAJIB BACA :  Ruhut Sitompul: Dukung Jokowi, Ahok Tak Ingin Terjun ke Dunia Politik Lagi !
Copyright ©Tribunnews

Pak Mahfud itu fakta bahwa presiden Jokowi ditekan oleh partai politik maupun oleh kelompok tertentu sehingga beliau sudah memilih Pak Mahfud, tapi karena tekanan, beliau takut lalu beliau memilih Kiai Ma’ruf. Itu fakta,” kata Andre kepada CNNIndonesia.com, Kamis (16/8).

Dimana pernyatan Andre tersebut guna menanggapi pernyataan yang dilontarkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto yang menyinggung terkai mahar politik di balik pemilihan bakal calon wakil presiden pada Pilpres 2019. Hasto yang menilai mahar politik dikatakan

Lebih parah daripada dinamika politik dibalik gagalnya Mahfud MD sebagai bakal calon wakil presiden pendamping Jokowi. Hasto yang menambahkan, munculnya mahar politik dalam penentuan bakal calon wakil presiden sebagai kemunduran demokrasi. Andre yang menjelaskan kepada Hasto semestinya dapat membawa

WAJIB BACA :  Putusan MK Bisa Tetapkan Setya Novanto Jadi Tersangka!

Baca Juga : Viral, Pimpinan Kerajaan Ubur-Ubur Ajak Jokowi Cairkan Dana Di Swiss

Jika dugaan mahar Rp500 miliar yang datang dari Sandiaga Uno adalah kabar hoaks sebab telah dibantah oleh PKS, PAN dan juga Sandiaga. Adapun tambah Andre, Partai Demokrat yang juga sudah mengemukakan terkait masalah tuduhan tersebut telah selesai. Sementara Sandiaga Uno yang juga telah menyatakan siap memberikan klarifikasi kepada

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengenai tudingan Rp500 miliat itu. “Kalau di tempat kami hoaks. Ya itu mas Hasto harus pahami, itu mahar hoaks. Bang Sandi menyampaikan siap mengklarifikasi ke Bawaslu. Nah, kalau kasus Mahfud MD itu kenyataan, fakta,” ujarnya.

WAJIB BACA :  Antara Bebasnya Ahok, Reuni 212 dan Pilpres: Kemanakah Arah Politik ?

“Pak Jokowi ditekan sama partai politik, presiden Jokowi ditekan oleh kelompok tertentu, sehingga presiden Jokowi takut, mengubah pendiriannya,” kata Andre melanjutkan.

Baca Juga : PPP Sebut Jokowi Berniat Gandeng Mahfud MD, Namun Tak Direstui Koalisi !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here