Difatwa haram oleh MUI, DPR Minta Pemerintah Segera Cari Pengganti Vaksin MR !

0
455
Copyright©okezone

DPR Minta Pemerintah Segera Cari Pengganti Vaksin MR yang Difatwa Haram oleh MUI !

Indowarta.com – Wakil Ketua Komisi IX Irgan Chairul Mahfiz yang meminta kepada pemerintah untuk segera berusaha mencari produk vaksin measles-rubella (MR) yang halal sehingga dapat digunakan oleh masyarakat Indonesia. hal tersebut yang berdasarkan adanya fatwa dari Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang

Berita Lain : Fatwa MUI: Vaksin MR Mengandung Babi, Tetapi Masih Boleh Digunakan !

Menerbitkan jika vaksin MR tersebut hara, sebab mengandung unsur babi. Disamping itu, vaksin dari Serum Institute of India (SII) itu yang juga mengandung unsur organ tubuh manusia.

Maka kita minta kepada pemerintah agar segera mencari produk-produk yang bisa membuat umat Islam itu nyaman memakai vaksin rubella,” jelas Irgan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/8/2018).

WAJIB BACA :  Ketika Vaksin MR Ditolak, MUI Sebut Mencegah Bahaya Hukumnya adalah Wajib !
Copyright©kompas

Berdasarkan keterangan Irgan, Komisi IX yang memahami adanya fatwa haram dari MUI yang didasari oleh penelitian oleh lembaga itu. Dimana pihaknya yang juga mengapresiasi atas fatwa MUI tersebut yang tak hanya menyatakan haram, tetapi juga masih membolehkan penggunaan vaksin itu sebab belum ditemukan vaksin lainnya.

Jadi kalau belum bisa didapatkan ya kita masih bisa menggunakannya, itu fatwa MUI loh, jadi bukan Kemenkes bersikap demikian,” ucap Irgan.

“Jadi kita berharap pemerintah berupaya, karena produk vaksin ini hanya ada dua negara, India dan China,” imbuhnya.

Berita Lain : Vaksin MR: Orang tua Ragu sebab Khawatir Palsu dan Tidak Halal ?

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang menambahkan, kasus yang sama jug apernah terjadi ketika MUI menyatakan vaksin meningitis haram sebab mengandung unsur babi. Dimana pemerintah juga harus melakukan hal yang sama dengan berusaha untuk mencari vaksin MR yang halal.

WAJIB BACA :  Mahfud MD: Tidak Semua Fatwa MUI Harus Di Ikuti !

Sama dengan vaksin meningitis, dulu kan dinyatakan mengandung babi, haram, tak boleh digunakan, maka vaksin itu kita berikan ke negara Afrika. Yang kita beli akhirnya vaksin yang halal. Nah sekarang vaksin meningitis untuk jemaah haji dan umroh mengandung vaksin yang halal,” tukasnya.

Komisi IX yang telah menjadwalkan rapat dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada awal September 2018 guna membahas fatwa haram MUI mengenai vaksin MR.

Berita Lain : Perbedaan Vaksin MR dan Vaksin MMR, Begini Penjelasannya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here