Begini Kronologi Kasus Meiliana, Keluhkan Pengeras Suara Azan Hingga Dihukum Bui 18 Bulan

0
1474
terdakwa Penistaan Agama di Tanjung Balai
Copyright©Kumparan

Kronologi Kasus Meiliana, Terdakwa Penistaan Agama di Tanjung Balai!

Indowarta.com – Kasus penistaan agama kembali terjadi dengan terdakwa seorang wanita bernama Meiliana. Warga dari Tanjung Balai tersebut diduga telah melakukan penistaan agama sehingga terjadi aksi pembakaran sejumlah rumah ibadah di kota Tanjung Balai pada 30 Juli 2016 silam. Persidangan yang digelar pada Selasa (21/8/2018) di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara menghasilkan vonis 18 bulan atau 1.8 tahun oleh majelis hakim.

Warga Tanjung Balai, Sumatera Utara tersebut dinilai telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 156 KUH tentang penghinaan pada suatu golongan di Indonesia terkait ras, negeri asal, agama, tempat asal, keturunan, kebangsaan atau kedudukan menurut hukum tata negara di Indonesia. Lantas seperti apa kronologi kasus Meiliana hingga akhirnya dijatuhi hukuman bui selama 18 bulan.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Sudah Ditetapkan Jadi Tersangka, Ahok Mengaku Sedang Merenung dan Akan Perbaiki Sikap !

Baca Juga Jelang Kampanye Pilpres 2019, Waspada Uang Palsu Beredar

Kronologis kasus Meiliana di Tanjung Balai, Sumatera Utara itu bermula saat terdakwa mengeluhkan pengeras suara azan di Masjid Al Maksum Tanjungbalai pada Juli 2016 silam. Dia mengungkapkan bahwa merasa terganggu karena pengeras suara azan setiap hari dinyalakan. Ia sempat mengatakan keluhannya itu kepada tetangganya kemudian memintanya untuk menyampaikan kepada BKM masjid yang memiliki jarak 7 meter dari rumah agar mengecilkan suara atau volume saat azan berkumandang.

Kronologi Kasus Meiliana
Meiliana, Terdakwa Penistaan Agama di Tanjung Balai Copyright©Kompas

Selanjutnya pada 29 Juli 2016, tetangganya tersebut menyampaikan keluhan Meiliana kepada para pengurus masjid dan pada malam hari itu juga para pengurus masjid datang kerumah untuk membicarakan masalah itu. Suami terdakwa bahkan sempat datang ke masjid dan meminta maaf.

WAJIB BACA :  Caci Maki Agama Lewat FB, Pria Asal Tangerang Ini Diciduk Polisi!

Namun cerita terkait keluhan Meiliana telah menyebar di kawasan tersebut dan menyulut kemarahan warga. Rumah terdakwa, sejumlah kelenteng dan vihara bahkan sempat menjadi obyek kemarahan para pemuda di TanjungBalai pada 29 Juli 2016 malam itu. Akhirnya Meiliana dilaporkan ke pihak kepolisian dan ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama pada Maret 2017.

Baca Juga Viral, Pengawal Cantik Presiden Jokowi, Paspampres Bening Jadi Sorotan Publik !

Kasus Meiliana ini masih berlanjut dan dibawa ke meja hijau hingga akhirnya majelis hakim Pengadilan Negeri Medan yang dipimpin oleh Wahyu Prasetyo Wibowo memberikan vonis 18 bulan penjara untuk terdakwa dalam kasus penistaan agama ini.

Lebih lanjut Wahyu mengungkapkan bahwa Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan dengan ini menyatakan perbuatan terdakwa atas nama Meiliana terbukti melakukan unsur penistaan agama sehingga hakim memutuskan terdakwa dengan hukuman penjara selama 1.5 tahun dan denda sebesar Rp 5000, seperti yang dilansir dari laman Kompas.

Baca Juga Setelah Diuji Coba Sebulan, Beras Sachet 200 Gram Akan Segera Dijual

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here