Gempa Bumi Berkekuatan 5,8 SR Guncang Yogyakarta Rabu Dini Hari !

0
391
Copyright©tribunnews

Gempa 5,8 SR Guncang Yogyakarta, Inilah Wilayah yang Terkena Gempa !

Indowarta.com – Warga Jogja yang merasakan adanya guncangan gempa pada Rabu (29/8/2018) dini hari tadi. Dimana BMKG yang mencatat, gempa bumi tersebut yang terjadi pada pukul 01:36:34 WIB yakni dengan magnitud 5,8 SR. adapun pusat gempa yang berada di 112 Barat Daya Gunung Kidul, DIY dengan kedalaman 10 Km, yang tidak berpotensi tsunami.

Baca Juga : Gempa Bumi Berkekuatan 6,2 SR dan 5,8 SR Guncang Kupang NTT, Begini Antisipasinya !

Gempa tersebut yang telah tercatat di stasiun seismik pengamatan Gunung Merapi. Dimana BPPTKG yang telah memastikan jika gempa tidak mempengaruhi aktivitas vulkanik merapi. Disebutkan gempa yang tak hanya dirasakan oleh warga di sekitar DIY. Dari hasil pencatatatn BMKG gempa ini yang juga dirasakan di Bantul

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Gempa Bumi 3,7 SR Guncang Bima Usai Bencana Banjir !
Copyright©twitter

Dengan skala MMI III, di Yogya dengan skala II-III, lalu Karanganyar II-III, Wonogiri I-II, Banjarnegara I-II, Karangkates II-III, Puwrorejo I-II, Sawahan I-II, Trenggalek I-II. Sedangkan untuk warganet yang turut melaporkan gempa yang juga dirasakan di wilayah Magelang, Solo, Klaten, Sukoharjo, Blitar, Gombong, Ponorogo dan daerah lainnya di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Disini warga Dusun Petir, Srimartani, Piyungan, Bantul yang keluar rumah berhamburan, saat bunyi kentongan terdengar tak lama usai gempa mengguncang wilayah Jogya pada Rabu dinihari tadi. Hal yang serupa juga dilaporkan oleh warga di wilayah Sewon, Panggungharjo, Bantul. Dimana para warga yang keluar rumah setelah merasakan adanya gempa yang

WAJIB BACA :  BMKG: Puncak Musim Penghujan 'Diperpanjang' Jadi Bulan Januari Sampai Awal Februari !

Ditandai dengan bergetarnya dinding-dinding rumah mereka.

Tadi getarannya terasa. Saya langsung lari dan menyelamatkan diri,” tutur Agus, warga Sewon.

Baca Juga : Bencana Gempa Bumi Berkekuatan 3,6 SR Guncang Lombok Utara !

Sementara Prof Sarwidi, pakar kegempaan yang sekaligus pemilik museum, dimana Sarwidi yang menyatakan diwilayah ini kebanyakan konstruksi rumah yang dibangun oleh masyarakat, khususnya di daerah DIY yang dikatakan seadanya. Dari hasil pandangan Pengarah BNPB RI itu, masyarakat yang masih belum terlalu perhatian untuk membangun rumah yang tahan terhadap gempa.

Dimana umumnya masyarakat yang masih lebih mementingkan akan keindahan serta estetika desain saja.

Dengan kemampuan finansial yang terbatas, mayoritas orang menginginkan bangunan yang besar dan indah, sehingga kekuatannya dikorbankan. Tulangan-tulangannya kurang, tembok dalam tidak bagus, tapi yang penting kelihatan mentereng,” katanya disela penyerahan alat peraga fisik sederhana Simulasi Ketahanan Gempa Bangunan (Simutaga) kepada BPBD DIY di Media Center, Selasa (28/8/2018).

Baca Juga : Gempa Bumi Guncang Wilayah Selatan Pulau Jawa, Peringatan Tsunami Dihentikan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here