Kurs Rupiah Nyaris Rp 15.000 Per Dolar, Ramalan Ekonomi Rizal Ramli Setahun Lalu Terbukti !

0
763
Copyright©tribunnews

Kurs Rupiah Kian Merosot Rp 15.000 Per Dolar, Rizal Ramli Sudah Ungkap Sebelumnya !

Indowarta.com – Sudah satu bulan ini nilai tukar rupiah (kurs rupiah) terhadap dolar AS yang kian merosot, dimana mencapai angka Rp 14.680, yang mendekati angka Rp 15.000. terlebih Rizal Ramli yang secara blak-blakan ramalannya setahun yang lalu megnenai rupiah yang anjlok terjadi hari ini. Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI tersebut yang menyatakan ramalannya

Ikuti Juga : Kurs Rupiah Hari Ini : Setelah Berpeluang Menguat Akhirnya Kurs Rupiah Hari Ini Sedikit…

Terjadi sebab Pemerintah yang mengabaikan peringatannya.

Saya sudah bicarakan ini sejak setahun yang lalu, pejabat pemerintah sibuk bela diri, benar kok fundamental ekonomi Indonesia kuat, baik-baik saja,” ujar Rizal Ramli saat ditemui Tribun Jabar di Unpas Jalan Taman Sari No 6-8 Bandung, Jumat (31/8/2018).

Copyright©liputan6

Disini Rizal Ramli yang mengaku jika dirinya sudah melihat serta memperhatikan sejumlah indeks perekonomian yang terjadi dua tahun terakhir, selama pemerintahan Jokowi dan Menteri Ekonomi Sri Mulyani. Rizal yang menuturkan, terdapat tiga indeks yang dapat dilihat mengapa rupiah merosot. Pertama, Rizal Ramli

Dimana ekonomi Indonesia yang tiga tahun belakangan ini mandet, ekonomi yang biasanya tumbuh 6 persen lebih, tetapi dalam kurung waktu tiga tahun terakhir hanya 0 persen. Kedua, risiko makro ekonomi yang kian meningkat, sebab sumber ekonomi, daya beli, serta transaksi penjualan yang turut menurun.

Rizal Ramli yakin jika hal tersebut terjadi sebab pengelolaan ekonomi yang tak prodan atau tidak hati-hati.

Ikuti Juga : Kurs Rupiah Hari Ini : 24 Mei 2016, Nilai Tukar Rupiah Kembali Terpuruk di…

Divisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan negatif, padahal seharusnya negara-negara di Asia tenggara rata-rata saat ini tengah mengalami positif,” jelasnya.

Ketiga, Neraca pembayaran yang juga negatif. Rizal yang mengatakan maksudnya, keseimbangan primer di APBN, yang jika negatif maka negara hanya meminjam sekedar untuk membayar bunga pinjaman saja. Disini semua indikator yang menunjukkan negatif, meliputi neraca transaksi, neraca perdagangan, neraca pembayaran dan primary balance.

“Ini yang kejadian sudah setahun yang lalu saya sudah ngomong lampu kuning, lampu setengah merah, kok,” ujar Rizal.

Rizal yang menerangkan, dan barulah Jokowi mengakui jika ekonomi Indonesia saat ini yang sedang sakit, transaksi perdagangan negatif, import lebih banyak daripada export.

Ikuti Juga : Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 14.600, Sandiaga Uno Ungkap Penyebabnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here