Inilah 4 Fakta Miris di Balik Korupsi Berjamaah Anggota DPRD Kota Malang !

0
2623
Copyright©liputan6

Di Balik Kasus Korupsi Berjamaah Anggota DPRD Kota Malang, Ini Faktanya !

Indowarta.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kembali menangkan anggota DPRD Kota Malang dalam kasus suap APBD-P 2015. Dan mirisnya korupsi tersebut yang dilakukan secara massal dan bersama-sama. Dimana kasus tersebut yang turut menambah sejumlah rentetan korupsi berjamaah wakil rakyat di daerah.

Lihat Juga : Idrus Marham Ditahan, KPK Minta Kooperatif Ungkap Nama-nama Lain !

Terdapat 41 dari 45 anggota DPRD Kota Malang yang telah ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK. Dan yang lebih memprihatinkan jumlah tersebut yang mampu mengalahkan kasus suap APBD Pemprov Sumut yang berjumlah 38 anggota DPRD Kota Sumatera Utara periode 2009-2014 sebagai tersangka. Berikut ini fakta-fakta korupsi massal anggota DPRD Kota Malang.

WAJIB BACA :  KPK Belum Pertimbangkan Soal Jemput Paksa Setya Novanto!
Copyright©liputan6

1 Fee Rp 12,5 – Rp 50 juta

KPK yang menduga anggota DPRD Kota Malang yang baru ditetapkan sebagai tersangka yang telah menerima fee masing-masing sebessar Rp 12,5 juta hingga Rp 50 juta dari Wali Kota nonaktif malang Moch Anton. Dimana uang tersebut yang diduga sebagai persetujuan untuk penetapan RAPBD-P Malang tahun 2015.

Penyidik mendapatkan fakta-fakta yang didukung dengan alat bukti berupa keterangan saksi, surat, dan barang eletronik bahwa 22 tersangka diduga menerima fee masing-masing antara Rp 12,5 hingga Rp 50 dari Moch Anton,” ucap Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan.

2 41 Anggota DPRD Jadi Tersangka

Dalam kasus suap APBD-P Kota Malang, dimana lembaga antirasuah yang sebelunya sudah menetapkan 19 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka. Lantas disusul 22 anggota DPRD Kota Malang yang kini statusnya sebagai tersangka. Sehingga, hanya tersisa 4 anggota di DPRD Kota Malang Jawa Timur yang statusnya belum tersangka.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: KPK Tegaskan Tak Akan Menyerah Meski Ada Kasus Penyiraman Air Keras Pada Novel Baswedan!

3 Aktivitas Dewan lumpuh Total

Usai sebanyak 41 orang ditetapkan menjadi tersangka, DPRD Kota Malang yang menyisakan 4 orang, sehingga menyebabkan kegiatan DPRD menjadi lumpuh.

Secara fungsi kedewanan sudah tidak bisa berjalan,” tegas Abdulrachman, Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua DPRD Kota Malang.

Dan kini, DPRD Kota Malang yang menyisakan anggota yaitu Abdulrahman (PKB), Subur Triono (PAN), Tutuk Hariyani (PDIP), Priyatmoko Oetomo (PDIP) dan juga Nirma Cris Desinidya (Hanura). Dimana dua dari empat nama tersebut yaitu Tutuk Hariyani (PDIP) dan Priyatmoko Oetomo (PDIP) yang diketahui dalam kondisi sakit.

Lihat Juga : KPK Bantah Jika Terima Jatah Tiket Gratis Asian Games 2018

Dimana keduanya yang mengalami keterbatasan untuk aktivitasnya sebagai anggota dewan.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Amien Rais Akan Datangi KPK, Pengamanan Diperketat!

4 Dipecat dari Partai

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang bakal memecat serta melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap kadernya yang jadi tersangka kasus korupsi mengenai RAPBD-P tahun 2015, di DPRD Kota Malang, Jawa Timur.

Mereka yang terkena persoalan korupsi, kami beri sanksi pemecatan. Akan kami PAW secepatnya,” ucap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, di Posko Cemara, Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Dia mengatakan, pemecatan dilakukan secepatnya. “Hanya kami yang berani berikan sanksi pemecatan seketika. Secepatnya kami lakukan. Bahkan hari ini,” kata Hasto.

Lihat Juga : Rumah Dirut PLN Digeledah KPK, Jusuf Kalla Tanggapi Begini !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here