Malam 1 Suro, Begini Asal Mula Malam Tahun Baru Penanggalan Jawa hingga Dianggap Mistis ?

0
353
Copyright©tribunnews

Penjelasan Kisah Mistis Dibalik Malam Satu Suro yang Dianggap Orang Malam Sakral !

Indowarta.comMalam 1 Suro menurut pandangan sebagian masyarakat Jawa yang dianggap memiliki makna yang mistis dan angker apabila dibandingkan dengan hari-hari biasa. Dimana pada malam 1 Suro para penganut Kejawen (kepercayaan tradisional masyarakat Jawa) yang bakal menyucikan dirinya berikut dengan benda-benda yang diyakini sebagai pusaka.

Lanjut Baca : Catat Tanggalnya, Jadwal Puasa Muharram 1440 H, Ini Niat dan Keutamaannya !

Beberapa kraton dari Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, sampai dengan kasepuhan Cirebon bahkan memiliki tradisi masing-masing untuk merayakan malam 1 Suro. Seperti Keraton Surakarta, dimana pada malam 1 Suro yang biasanya bakal menjamas (memandikan) pusaka-pusaka kraton disamping turut mengirab kerbau bule, Kiai Slamet.

WAJIB BACA :  Bacaan Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 H!
Copyright©okezone

Sementara untuk nama lain dari malam 1 Suro yakni malam 1 Muharram dalam penanggalan Hijriyah atau Islam. Ihwal ini yang tak lepas dari persoalan penanggalan Jawa dan kalender Hijriyah yang mempunyai korelasi dekat. Khususnya sejak zaman Mataram Islam dibawah kepemimpinan Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma (1613- 1645).

Adapun penanggalan Hijriyah yang memang diawali pada bulan Muharram. Oleh Sultan Agung yang lantas dinamai dengan bulan Suro. Saat itu Sultan Agung yang berinisiatif mengubah sistem kalender Saka yang sebagai kalender perpaduan antara Jawa asli dengan Hindu. Sultan terbesar Mataram itu yang kemudian

Menyatukan antara kalender Saka dengan penanggalan Hijriyah. Hal tersebut yang terdengar sangat unik melihat kalender Saka yang berbasis sistem lunar atau Matahari sedangkan untuk Hijriyah pergerakan Bulan. Sementara untuk kalender Hijriyah yang banyak digunakan oleh masyarakat pesisir dimana pengaruh Islamnya kuat,

WAJIB BACA :  Amalan yang Bisa Mendulang Pahala untuk Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 2017!

Lanjut Baca : Niat Puasa Hari Tasu’a dan Asyura 9-10 Bulan Muharram, Pahalanya Tiada Tara!

Sedangkan untuk kalender Saka yang dipakai oleh masyarakat Jawa pedalaman. Nampaknya Sultan Agung yang ingin mempersatukan antara masyarakat Jawa pada waktu itu yang dalam kondisi terpecah yakni antara kaum Abangan (Kejawen) dan Putihan (Islam). Dalam kepercayaan Kejawen, bulan Suro yang dianggap istimewa.

Dimana menurut, Muhammad Sholikin berdasarkan buku Misteri Bulan Suro Perspektif Islam Jawa yang menerangkan, penganut Kejawen yang percaya bahwa bulan Suro ini merupakan bulan kedatangan Aji Saka ke Pulau Jawa. Aji Saka yang lantas membebaskan rakyat Jawa dari cengkeraman makhluk gaib. Disamping itu, juga dipercaya sebagai bulan kelahiran huruf Jawa.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Tim Sar Akan Amankan Ritual Malam 1 Suro Sambut 1 Muharam 1438 H !

Konon, sebagian kalangan yang menilai jika bulan Suro, terutama pada malam 1 Suro yang memiliki nilai mistis tersendiri atau cenderung dianggap angker.

Lanjut Baca : Puasa Sunnah Muharram Harus dilakukan Berturut-turut?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here