PBNU Adakan Rapat Pleno Bahas Status Ma’ruf Amin Setelah Penetapan Cawapres !

0
1361
Copyright©cnnindonesia

Gelar Rapat Pleno, PBNU Bahas Tentang Status Ma’ruf Amin Usai Penetapan Cawapres !

Indowarta.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang bakal mengadakan rapat pleno guna membahas status Rais Aam yang diketahui kini tengah dijabat oleh Ma’ruf Amin. Dimana PBNU yang menyatakan rapat pleno tersebut yang bakal jatuh pada 22 September 2018. Adapun Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini

Ikuti Juga : Presiden Jokowi Akan Lantik Megawati dan Ma’ruf Amin dalam UKPPIP!

Yang menjelaskan jika kini surat ketetapan (SK) mengenai status Rais Aam PBNU yang saat ini masih melekat di Ma’ruf Amin belum ada. Terlebih ia yang mengatakan proses penerbitan SK tersebut yang bakal menunggu penetapan capres dan cawapres dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

WAJIB BACA :  Kubu Prabowo Kecam Acara Doa untuk Ma’ruf Amin yang Diduga Memuat Fitnah !
Ma'ruf Amin
Copyright©Kompas

Setelah itu nanti akan ada rapat pleno untuk bicarakan status Rais Aam. Kira-kira tanggal 22 September,” ujar Helmy saat ditemui dalam diskusi di kantor PBNU, Kramat, Jakarta Pusat, Senin (10/9).

Disini Helmy yang menegaskan tanggal tersebut dipilih sebab tak lama dari penetapan capres dan cawapres yang bakal jatuh pada 20 September dan pemberian nomor urut peserta pada 21 September. Lantas Ma’ruf Amin yang dalam beberapa hari sebelumnya juga sudah menyatakan bakal mundur sebagai Rais Aam PBNU.

Ikuti Juga : Berita Terkini: Ahok Pastikan Meminta Maaf Secara Langsung Kepada Ma’ruf Amin !

Dimana jabatan tersebut yang bakal ia lepas usai ditetapkan sebagai cawapres oleh KPU. Menurut Ma’ruf Amin, pengunduran dirinya tersebut yang tak dapat asal-asalan. Terdapat sejumlah tahapan yang perlu dilaksanakan usai sampai ke sana seperti anggaran dasar serta anggaran rumah tangga (AD/ART) PBNU.

WAJIB BACA :  Adik Ahok Beri Tanggapan atas Permintaan Maaf Ma’ruf Amin, Lantas Apa Katanya ?

“Setelah nanti sudah ditetapkan sebagai cawapresnya pak Jokowi, saya akan melakukan pengunduran diri dari Rais Aam PBNU. Tapi harus melalui beberapa tahapan, jadi tidak asal-asalan mundur,” ungkap Ma’ruf usai melakukan silaturahmi di Ponpes Futuhiyah, Mranggen, Demak, Rabu (5/9) lalu.

Dalam AD/ART PBNU BAB Pengisian Jabatan Antar Waktu yang dikatakan jika nanti Rais Aam yang berhalangan tetap, maka Wakil Rais Aam yang menjadi Pejabat Rais Aam. Tetapi, jika Wakil Rais Aam yang berhalangan tetap, maka Rais Aam atau Pejabat Rais Aam menunjuk salah seorang Rais untuk menjadi Wakil Rais Aam.

Ikuti Juga : Berita Terkini: Bola Panas Bergulir Liar Di Media Sosial Terkait Ahok, SBY dan Ma’ruf…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here