Tetangga Rumah Eko di Ujungberung Mulai Buka Suara, Lantas Apa Katanya ?

0
309
Copyright©liputan6

Ternyata Begini Tanggapan Tetangga Rumah Eko di Ujungberung, Mengenai Rumah di Blokade !

Indowarta.com – Tetangga Eko Purnomo di Ujung berung, Kota Bandung, Jawa Barat yang memberikan tanggapan. Dimana Rahmat Riyadi yang rumahnya berada di sebelah utara dari rumah Eko yang mengatakan keberatan jika disebut rumahnya menghalani atau memblokir akses jalan keluar masuh rumah Eko.

Ikuti Juga : Begini Kisah Eko Purnomo Soal Rumah Diblokade Tetangga dan Dikejar Paspampres !

Rahmat yang menjelaskan, Eko yang selama ini berpegangan pada tanda bukti dari Badan Pertahanan nasional (BPN) Kota Bandung. Dimana dalam sudar itu dijelaskan denah gang sebagai akses keluar masuk rumah.

Kita bicara bukti bahwa di samping kiri rumah Eko itu ada gang. Nah yang gang itu sudah dibangun, sedangkan tanah kami jauh dari rumah Eko,” kata Rahmat di Kantor Kecamatan Ujungberung, Rabu, 12 September 2018.

Copyright©liputan6

Rumahnya Rahmat yang berada membelakangi rumah Eko yang terlihat seperti menghalani jalur rumah itu. Menurutnya, ia yang sempat mempersilakan kepada Eko untuk membeli tanah seluas satu tumbak sebelum membangun rumah, tetapi pada waktu itu, Eko yang mengaku belum mempunyai dana yang cukup.

Di salah satu berita disebutkan kami memblokade, padahal gangnya ada, bukan karena terhalang rumah saya. Saya berasumsi Eko akan membeli tanah ke belakang yang lebih pendek. Tapi tuntutan Eko ingin dibuka jalan. Sementara, lokasi itu sudah dibangun rumah,” ungkapnya.

Lantas Rahmat yang menjelaskan, jika dirinya telah membuatkan sebuah jalur yang dapat menembus rumah Eko. “Karena kami hanya kemanusiaan saja apabila terjadi sesuatu di rumah Eko mau bagaimana. Waktu itu juga Eko mau masuk ke dalam ambil barang, saya persilakan,” ucapnya.

Di sisi lain, penjual tanah, Saldi yang menyatakan, sejak awal Eko membeli tanah tidak ada jalan, tetapi dipinggir rumah Eko tersebut terdapat lahan kosong waktu itu. “Saya tawarkan ke dia ke tanah saya. Saya minta Rp 700 ribu seluas 10 meter sebelum saya membangun rumah juga,” kata Saldi.

Saldi yang bersikeras jika tanah yang digunakan untuk membangun rumahnya yakni dengan status hak milik.

Ikuti Juga : Peristiwa Warga Terpapar Gas Beracun Gunung Ijen Diluar Dugaan Sebelumnya

Itu sebenarnya tanah milik. Makanya saya menyalahkan kenapa disebut fasum (fasilitas umum) dan fasos (fasilitas sosial) juga BPN menerbitkan fasum. Kan itu tanah milik, suratnya ada,” aku Saldi seraya menambahkan rumahnya sudah mengantongi akte jual beli.

Dan kini ia bersama adik dan istrinya yang mengontrak rumah di Kampung Ciporea, Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Ujung berung, Kota Bandung. Disini, Eko yang erlihat pasrah serta menyimpang kepedihan yang mendalam.

“Dengan tidak membeli jalan, seharusnya saya sudah punya hak karena sertifikat sudah jelas bahwa rumah saya mempunyai jalan dan tidak harus membeli,” ujarnya.

Ikuti Juga : Ramalan 2018, 2 Peristiwa Besar Akan Terjadi Sampai Mengubah Dunia!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here