Kubu Prabowo Tantang Debat bahasa Inggris, Tim Jokowi Ingin Tes Alquran !

0
307
Copyright©kompas

Kubu Prabowo Mau Debat Bahasa Inggris, Tim Jokowi Tantang Debat Bahasa Arab !

Indowarta.com – Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mengusulkan untuk adakan debat dalam bahasa Inggris di Pilpres 2019. Dimana pihak Jokowi-Ma’ruf Amin yang juga mengusulkan debat juga memakai bahasa Arab dan baca Alquran.

Ikuti Juga : Viral, Pertemuan Prabowo dan Habib Syech, Begini Cerita Versi Gerindra !

“Terkait adanya usulan debat bahasa Inggris, kami sangat mendukung. Bahkan, sebaiknya juga debat berbahasa Arab dan tes baca Alquran perlu dilakukan,” ujar Wasekjen PPP Indra Hakim Hasibuan dalam keterangannya, Jumat (14/9/2018).

Copyright©kompas

Indra Hakim yang melihat debat bahasa Arab yang tak kalah penting dengan bahasa Inggris. Adapun bahasa Arab menurutnya, juga termasuk salah sati bahasa internasional.

WAJIB BACA :  Politik Subuh Ma’ruf, Kumpulkan Ulama dan Upaya untuk Perkuat Barisan !

Dan mayoritas rakyat Indonesia beragama Islam maka bisa sejalan. Agar fair dan objektif, maka panelisnya bisa dari perwakilan ulama terkemuka ataupun syekh dari Saudi Arabia maupun Mesir,” ucap Hakim.

Hakim juga memberikan usulan mengenai materi debat mendatang. Apa saja usulannya ?

“Kami juga berharap dalam materi debat juga menyampaikan program yang konkret, bukan hanya sekadar wacana. Misalnya, setiap satu persoalan disertai solusi dan contoh penanganan. Sehingga rakyat Indonesia bisa mengetahui detail dan memahami ide besar ataupun gagasan dari para capres,” kata dia.

Ikuti Juga : Belum Final, Prabowo-Sandiaga Uno Masih Matangkan Tim Pemenangan !

Dimana sebelumnya telah dikabarkan, koalisi Prabowo-Sandiaga yang usul kandidat berbicara satu jam penuh dengan mengutarakan gagasannya. Waktu itu yang dinilai dapat digunakan untuk menggantikan metode cerdas cermat di Pilpres 2019. Disamping itu, koalisi Prabowo-Sandiaga yang mengusulkan supaya debat

WAJIB BACA :  Politik Subuh Ma’ruf, Kumpulkan Ulama dan Upaya untuk Perkuat Barisan !

Kandidat menggunakan bahasa Inggris. Waketum Gerindra Fadli Zon yang menganggap perubahan format debat bagus supaya rakyat dapat memiliki pertimbangan luas mengenai menentukan pilihannya.

“Kalau pakai bagus, kalau nggak juga nggak apa-apa. Tapi kalau ada, ya, itu berarti itu suatu kemajuan, tetapi kalau nggak, ya, nggak ada masalah,” terang Fadli saat dimintai tanggapan.

Ikuti Juga : Survei LSI: Jokowi-Ma’ruf Unggul dari Prabowo-Sandiaga di Kalangan Pengguna Medsos !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here