Ketika Vaksin MR Ditolak, MUI Sebut Mencegah Bahaya Hukumnya adalah Wajib !

0
206
Copyright©liputan6

Polemik Vaksin MR, Ma’ruf Amin Sebut Menghindari Bahaya Itu Wajib !

Indowarta.com – Penerapan program vaksin Measless Rubella (MR) yang hingga kini masih belum sepenuhnya dapat diterima oleh masyarakat. Penyebabnya, vaksin MR yang masih belum dilabeli halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dimana Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin yang melihat apabila keadaan darurat atau bahaya,

Lanjut Baca : Tips Atasi Nyeri Setelah Suntik Imunisasi dan Vaksin MR pada Anak !

Agama akan memperbolehkan. Lantas dia yang mewajibkan masyarakat untuk melakukan imunisasi vaksin itu.

“Sebenarnya masalah imunisasi sudah keluar pada tahun 2016, itu Fatwa MUI Nomor 4, bahwa melakukan imunisasi apabila itu ada bahaya yang mengancam yang menimbulkan penyakit atau kecacatan yang berkelanjutan maka sebetulnya boleh dan wajib, karena menghindari bahaya itu wajib,” kata Ma’ruf di Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2018).

Vaksin MR
Copyright ©kabarsatu

Menurut bakal cawapres Jokowi ini, penyakit rubella yang dikatakan sangat berbahaya. Jika generasi muda mengidap penyakit rubella, maka bangsa ini bakal menjadi bangsa yang lemah yang juga cacat serta tidak dapat berkompetisi sebab sulit untuk bertahan hidup.

Untuk itu saya prihatin vaksin ini baru mencapai 48%, menurut saya harus ada upaya upaya makismal dari semua pihak,” pintanya.

Ma’ruf Amin yang juga sempat menyinggung Kementerian Kesehatan yang terbilang telat untuk meminta fatwa vaksin MR guna meyakinkan masyarakat. Lantas dia yang menerangkan, vaksin ini bukan mengenai halalnya, melainkan boleh menggunakan apabila keadaan berbahaya dan memiliki dampat yang besar.

Lanjut Baca : Difatwa haram oleh MUI, DPR Minta Pemerintah Segera Cari Pengganti Vaksin MR !

Tapi sayangnya, maaf nih Ibu Menteri Kesehatan tidak meminta vaksinnya, baru prosesnya itu baru tahun 2018 yaitu lahir Fatwa No 33 penggunaan vaksin rubella,” ucap Ma’ruf.

“Jadi 2 tahun itu tidak ada menyangkut fatwa kehalalan, jadi timbul di masyarakat, MUI tidak memberi karena belum ada proses, bukan halal sebetulnya, tapi kebolehannya,” imbuhnya.

Dimana MUI yang telah merilis dua fatwa yaitu Fatwa Nomor 4 tahun 2016 mengenai imunisasi. Yang ditindak lanjuti dengan fatwa nomor 33 tahun 2018 yang menyatakan para ulama sepakat untuk memperbolehkan (mubah) penggunaan vaksin Measless Rubella (MR) yang sebagai produk dari Serum Institute of India (SII) untuk pergram imunisasi saat ini.

Lanjut Baca : Fatwa MUI: Vaksin MR Mengandung Babi, Tetapi Masih Boleh Digunakan !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here